SEMARANG, jatengjuara.com – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah bergerak cepat menangani banjir yang merendam puluhan desa di Kabupaten Grobogan. Sebanyak 9.736 kepala keluarga (KK) tercatat terdampak dalam bencana yang dipicu hujan deras dan jebolnya sejumlah tanggul sungai.
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi memastikan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemprov Jateng telah diterjunkan sejak hari pertama kejadian.
“Untuk penanganan bencana ini, semua OPD provinsi sudah turun,” kata Luthfi usai rapat koordinasi di Kantor Kecamatan Gubug, Grobogan, Selasa (17/2/2026).
Menurutnya, sejumlah dinas seperti BPBD, Pekerjaan Umum, Pangan, Kesehatan, Pendidikan, Sosial hingga Pertanian bekerja sesuai tugas masing-masing. Pemenuhan kebutuhan dasar warga menjadi prioritas, mulai dari distribusi logistik, pakaian, hingga obat-obatan di lokasi pengungsian.
“Ini ada bantuan pokok yang setiap saat habis kita isi. Kemudian Dinas Kesehatan main dengan posko kesehatan, Dinas Pendidikan intervensi 26 sekolah yang terendam,” ungkap Ahmad Luthfi.
Dinas Kesehatan telah membuka posko layanan medis untuk pemeriksaan dan pencegahan penyakit pascabanjir. Sementara itu, 26 sekolah dari jenjang SD hingga SMA yang terdampak mendapat penanganan agar proses belajar tetap berjalan melalui relokasi maupun skema darurat.
Penanganan trauma juga dilakukan Dinas Sosial, terutama bagi anak-anak dan kelompok rentan. Di sektor pertanian, lahan terdampak di Grobogan dan Demak telah didata agar petani bisa mengakses klaim asuransi gagal panen.
“Kemudian di Dinas Pertanian sudah mendata baik itu Demak maupun Grobogan, petani yang terkena banjir dapat asuransi puso (gagal panen) setelah kita identifikasi,” ujarnya.
Pemprov Jateng juga menyalurkan bantuan senilai Rp186 juta untuk mendukung penanganan darurat. Dapur umum dan satuan tugas gabungan disiagakan guna memastikan distribusi bantuan berjalan lancar.
Kepala Desa Kemiri, Kecamatan Gubug, Sukirman, menyampaikan apresiasi atas kehadiran gubernur di lokasi terdampak.
“Bapak Gubernur hadir untuk menjembatani sebagaimana kewajibannya mengayomi rakyat. Sehingga kami berharap kesulitan warga itu bisa sedikit terbantu,” katanya.
Berdasarkan data BPBD Jateng, banjir merendam 45 desa di 11 kecamatan. Selain ribuan KK terdampak, sekitar 1.850 hektare lahan pertanian terendam, dua rumah rusak berat, serta tujuh titik tanggul di empat sungai mengalami kerusakan dan membutuhkan penanganan darurat. (jj02/e02)









