SEMARANG, jatengjuara.com – Perbaikan jalur Pantura di ruas Kaligawe Semarang–Demak dipacu menjelang arus mudik Lebaran 2026. Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional Jateng–DIY menargetkan sepanjang 700 meter badan jalan sudah bisa difungsikan sepuluh hari sebelum Idulfitri.
Kepala BBPJN Jateng–DIY, Moch Iqbal Tamher, menegaskan kesiapan jalur mudik di Jawa Tengah dan DIY menjadi prioritas utama agar rampung sebelum lonjakan kendaraan terjadi.
“Prioritas utama ada di Pantura, terutama Pekalongan, Pemalang, Batang, Kendal, dan Kaligawe Semarang. Penanganan terus kami kebut agar fungsional sebelum Lebaran,” ujar Iqbal usai acara berbuka puasa di kantor BBPJN, Jumat (27/2/2026) malam.
Ia memaparkan, pekerjaan rigid beton di Kaligawe telah mencapai 1.100 meter efektif. Dari total tersebut, sekitar 700 meter badan jalan sudah ditinggikan, mencakup jalur cepat dan jalur lambat.
“Pengecoran ke arah Demak terus dilakukan dan ditargetkan dapat digunakan pada 11 Maret 2026 atau H-10 Lebaran,” katanya.
Selepas Idulfitri, proyek akan kembali dilanjutkan hingga kondisi jalan benar-benar pulih sepenuhnya.
Kaligawe dikenal sebagai salah satu titik lalu lintas terpadat di Kota Semarang. Selain menjadi akses utama warga, ruas ini juga memegang peran vital sebagai jalur distribusi logistik Jakarta–Surabaya serta penghubung Semarang–Demak. Dengan volume kendaraan yang tinggi, opsi penutupan total jalan dinilai tidak realistis.
Untuk mengurangi beban lalu lintas selama pengerjaan berlangsung, pengendara dari arah Semarang menuju Demak disarankan melintas melalui jalur alternatif Pedurungan–Jalan Wolter Monginsidi–Genuk.
“Kami menghimbau bagi pengguna jalan untuk sabar dengan lewat jalur alternatif di kota Semarang,” katanya.
BBPJN berharap percepatan penanganan di Kaligawe mampu menekan potensi kemacetan dan memastikan arus mudik Lebaran 2026 di jalur Pantura berlangsung lebih lancar dan aman. (jj02/e02)









