Ratusan Ribu Warga Jateng Serbu Program Pangan Bersubsidi Jelang Idul Fitri

Semarang, jatengjuara.com – Menjelang Lebaran 2026, antusiasme masyarakat terhadap program Gerakan Pangan Murah (GPM) dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah terus meningkat. Hingga awal Maret 2026, tercatat sekitar 308 ribu warga di 35 kabupaten/kota telah memanfaatkan program tersebut.

Kepala Bidang Ketersediaan dan Stabilisasi Pasokan Pangan Dinas Ketahanan Pangan Jateng, Sri Broto Rini, menyampaikan bahwa sejak Januari hingga mendekati Idul Fitri, pihaknya telah menggelar 308 kegiatan GPM. Artinya, setiap kegiatan rata-rata dimanfaatkan sekitar 1.000 warga.

Salah satu kegiatan berlangsung di Desa Mayahan, Kecamatan Tawangharjo, Kabupaten Grobogan. Warga tampak memadati Balai Desa untuk membeli berbagai kebutuhan pokok dengan harga lebih terjangkau.

Beberapa komoditas yang dijual antara lain:

  • Beras medium Rp62.500 per 5 kg
  • Telur ayam Rp26.500 per kg
  • Gula pasir Rp15.000 per kg
  • Bawang merah Rp15.000 per 0,5 kg
  • Bawang putih Rp13.500 per 0,5 kg
  • Cabai Rp5.000 per pak

Program ini merupakan bagian dari kebijakan Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi dan Wakil Gubernur Taj Yasin Maimoen untuk menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok selama Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Ramadan dan Idul Fitri.

Di Grobogan, total komoditas yang disediakan meliputi 4 ton beras, 1.000 liter minyak goreng, 1.000 kg telur dan ayam ras, serta masing-masing 200 kg bawang merah, bawang putih, dan cabai. Pemprov juga menggandeng BUMDes dan Gapoktan setempat agar distribusi berjalan lancar dan saling menguntungkan.

Salah satu mitra, Gapoktan Ngudi Mulyo Purwodadi, mengaku terbantu dengan kerja sama ini. Mereka menyuplai 1 ton beras dengan harga Rp13.500 per kg dan menyebut kualitas panen tahun ini sangat baik.

Dalam kegiatan tersebut, Perum Bulog melalui Gudang Depok Grobogan turut menyediakan 2 ton beras SPHP dan 1.000 liter minyak goreng. Beras SPHP dijual Rp57.000 per 5 kg (Rp11.400 per kg), sementara minyak goreng kemasan 2 liter dijual Rp30.000.

Untuk pemerataan, pembelian dibatasi maksimal dua kemasan beras (10 kg) dan satu kemasan minyak goreng (2 liter) per orang. Sistem pembelian dilakukan secara tunai tanpa kupon, dengan penandaan bagi warga yang sudah berbelanja guna mencegah pembelian berulang.

Sejumlah warga mengaku sangat terbantu, terutama karena harga di pasaran cenderung naik menjelang Lebaran. Selisih harga yang cukup signifikan membuat mereka bisa menghemat pengeluaran rumah tangga.

Melalui GPM, pemerintah berharap masyarakat dapat memperoleh bahan pangan pokok dengan harga lebih stabil dan terjangkau selama Ramadan dan Idul Fitri. (jj02/e02)

Berita Terkait Lainnya

  • All Posts
  • Berita Daerah
  • Gaya Hidup
  • Gubernuran
  • Headline
  • Info Grafis
  • Kriminal
  • Kuliner
  • Liputan Khusus
  • Olahraga
  • Opini
  • Pendidikan
  • Politik
  • Tokoh