Semarang, jatengjuara.com – Pemerintah Kota Semarang mulai memberlakukan skema rekayasa lalu lintas di kawasan Gombel, Senin (20/4). Kebijakan ini ditandai dengan penutupan Jalan Gombel Lama serta pengalihan arus kendaraan ke Jalan Gombel Baru yang kini difungsikan sebagai jalur utama.
Kebijakan tersebut difokuskan untuk mengurai potensi kemacetan di titik tanjakan Gombel yang selama ini kerap menjadi simpul kepadatan kendaraan. Dengan pengaturan baru, Jalan Gombel Baru akan dioperasikan sebagai jalur dua arah guna menampung arus lalu lintas dari berbagai sisi.
Kepala Dinas Perhubungan Kota Semarang, Danang Kurniawan, menyebutkan bahwa skema ini bersifat jangka menengah dengan estimasi pelaksanaan hingga tujuh bulan. Selama periode itu, kapasitas jalan diharapkan meningkat dan distribusi kendaraan menjadi lebih merata.
Dalam teknisnya, kendaraan yang melaju ke arah tanjakan akan mendapatkan prioritas lajur. Langkah ini dinilai penting untuk menjaga kelancaran di titik yang rawan perlambatan.
Meski Jalan Gombel Lama ditutup, akses bagi warga sekitar tetap dibuka secara terbatas. Petugas ditempatkan di sejumlah titik untuk mengatur pergerakan lokal agar aktivitas masyarakat tidak terganggu.
Selain itu, pengalihan arus juga diterapkan berdasarkan jenis kendaraan. Kendaraan berat seperti truk dan bus diarahkan melalui jalur Tol Srondol–Jatingaleh. Sementara kendaraan pribadi roda empat dari berbagai arah dialihkan ke akses tol yang berbeda, menyesuaikan titik keberangkatan.
Adapun kendaraan roda dua dari kawasan Undip dan Tembalang diarahkan melewati Jalan Baru Undip Jangli, kemudian dilanjutkan ke Jalan Kasipah hingga Jalan Dr. Wahidin.
Dengan rekayasa ini, pemerintah berharap tekanan lalu lintas di kawasan Gombel dapat berkurang sekaligus meningkatkan kenyamanan pengguna jalan selama masa penataan berlangsung. (jj02/e02)









