Ribuan Warga Wonosobo Padati Seminar Literasi Digital, Fokus pada Perang Melawan Disinformasi

WONOSOBO, jatengjuara.com — Antusiasme masyarakat terhadap literasi digital terlihat dari membludaknya peserta dalam seminar yang digelar di Wonosobo. Lebih dari 2.200 warga dari berbagai kalangan hadir untuk mendalami cara menghadapi derasnya arus informasi di media sosial, khususnya terkait maraknya hoaks.

Kegiatan ini diinisiasi oleh Mantep Abdul Ghoni selaku Koordinator Nasional Gerakan Mantap Pilih Prabowo (GMPP) wilayah Wonosobo. Jumlah peserta yang hadir bahkan melampaui target awal yang hanya sekitar seribu orang.

Bupati Wonosobo, Afif Nurhidayat, dalam sambutannya menegaskan bahwa perubahan perilaku dalam bermedia sosial harus dimulai dari kesadaran individu. Ia menyoroti masih rendahnya kebiasaan masyarakat dalam memverifikasi informasi sebelum menyebarkannya.

“Sering kali warga langsung menyebarkan pesan tanpa disaring. Padahal informasi tersebut belum tentu benar,” ujar Afif di hadapan peserta seminar.

Ia juga mengingatkan bahwa penyebaran hoaks tidak bisa dianggap sepele karena berpotensi memicu konflik sosial. “Ini bukan hanya soal komunikasi, tetapi bisa menjadi ancaman bagi persatuan masyarakat jika tidak dikendalikan,” tambahnya.

Peserta seminar berasal dari beragam latar belakang, mulai dari santri, mahasiswa, hingga pengemudi ojek online. Keberagaman ini menunjukkan bahwa literasi digital menjadi kebutuhan lintas profesi di era saat ini.

Mantep Abdul Ghoni menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan menyeimbangkan arus informasi di tengah dominasi konten provokatif di media sosial. “Informasi pembangunan harus terus disampaikan agar masyarakat mendapatkan gambaran yang utuh, tidak hanya terpapar konten yang menyesatkan,” jelasnya.

Seminar ini juga menghadirkan jurnalis senior Hersubeno Arief yang menekankan pentingnya sikap kritis dalam menerima informasi. Ia mendorong masyarakat untuk tidak mudah percaya pada pesan yang beredar di grup percakapan tanpa pengecekan fakta.

“Kita harus berani memverifikasi sendiri sebelum mempercayai sebuah informasi, apalagi jika sumbernya tidak jelas,” tegas Hersubeno.

Melalui kegiatan ini, diharapkan masyarakat tidak hanya menjadi konsumen informasi, tetapi juga mampu berperan aktif dalam menjaga ekosistem digital yang sehat dan bertanggung jawab. (jj02/e02)

Berita Terkait Lainnya

  • All Posts
  • Berita Daerah
  • Gaya Hidup
  • Gubernuran
  • Headline
  • Info Grafis
  • Kriminal
  • Kuliner
  • Liputan Khusus
  • Olahraga
  • Opini
  • Pendidikan
  • Politik
  • Tokoh