Aturan Baru FIFA Dinilai Bisa Ubah Wajah Sepak Bola Indonesia

JAKARTA, jatengjuara.com – Sejumlah perubahan aturan permainan sepak bola yang akan diterapkan pada Piala Dunia 2026 dan musim kompetisi 2026/2027 berpotensi membawa dampak besar terhadap gaya bermain, disiplin pemain, hingga kualitas pertandingan di Indonesia.

Regulasi baru tersebut dirancang untuk meningkatkan efektivitas waktu bermain, mengurangi aksi mengulur waktu, serta memperkuat sportivitas di lapangan. Jika diterapkan secara konsisten, perubahan itu dinilai dapat menjadi momentum perbaikan tata kelola pertandingan sepak bola nasional.

Salah satu aturan yang menjadi sorotan adalah larangan pemain menutupi mulut saat terlibat dalam situasi konfrontatif. Dalam ketentuan baru, tindakan tersebut dapat berujung kartu merah langsung.

Aturan ini dipandang sebagai upaya meningkatkan transparansi komunikasi di lapangan sekaligus mencegah terjadinya provokasi atau ucapan yang tidak dapat dipantau perangkat pertandingan.

Selain itu, FIFA juga memperketat sanksi terhadap aksi mogok bertanding atau meninggalkan lapangan. Tim yang melakukan tindakan tersebut akan dinyatakan kalah 0-3, terlepas dari skor yang sedang berlangsung.

Kebijakan tersebut relevan dengan upaya menjaga profesionalisme kompetisi. Dalam beberapa tahun terakhir, sepak bola Indonesia juga pernah diwarnai protes berlebihan hingga ancaman penghentian pertandingan yang memicu kontroversi.

Perubahan lain yang diperkirakan akan berpengaruh besar adalah penerapan hitung mundur lima detik untuk lemparan ke dalam dan tendangan gawang. Pelanggaran terhadap batas waktu tersebut akan langsung dihukum dengan perpindahan lemparan atau pemberian sepak pojok kepada lawan.

Selama ini, aksi mengulur waktu masih menjadi salah satu keluhan yang sering muncul dalam pertandingan liga domestik. Dengan adanya aturan tersebut, tempo permainan diprediksi akan lebih cepat dan efektif.

Aspek disiplin juga diperketat dalam pergantian pemain. Pemain yang ditarik keluar wajib meninggalkan lapangan dalam waktu maksimal 10 detik melalui titik terdekat. Jika terlambat, pemain pengganti tidak bisa langsung masuk dan harus menunggu selama satu menit setelah pertandingan kembali dimulai.

Sementara itu, aturan perawatan medis juga mengalami perubahan. Pemain yang mendapatkan penanganan dari tim medis diwajibkan keluar lapangan dan baru dapat kembali setelah satu menit. Ketentuan ini ditujukan untuk mengurangi praktik berpura-pura cedera yang kerap digunakan untuk menghambat ritme permainan.

Dari sisi teknologi, kewenangan Video Assistant Referee (VAR) akan diperluas. VAR nantinya dapat meninjau keputusan kartu kuning kedua yang berujung kartu merah serta keputusan sepak pojok yang dianggap keliru.

Bagi sepak bola Indonesia, perluasan fungsi VAR menjadi kabar positif. Sejak mulai digunakan di kompetisi nasional, teknologi tersebut dinilai membantu mengurangi kesalahan krusial wasit, meski masih membutuhkan penyempurnaan dari sisi sumber daya manusia dan infrastruktur.

Aturan lainnya yang juga menarik perhatian adalah pembatasan waktu penguasaan bola oleh penjaga gawang. Kiper hanya diperbolehkan memegang bola maksimal delapan detik. Jika melebihi batas tersebut, tim lawan akan mendapatkan hadiah tendangan sudut.

Ketentuan ini diprediksi akan mengubah kebiasaan sejumlah kiper yang kerap memperlambat permainan saat timnya sedang unggul.

Secara keseluruhan, perubahan regulasi tersebut mengarah pada terciptanya pertandingan yang lebih cepat, lebih transparan, dan lebih adil. Bagi Indonesia, penerapan aturan baru dapat menjadi peluang untuk meningkatkan kualitas kompetisi domestik sekaligus membentuk kultur sepak bola yang lebih profesional, sejalan dengan upaya peningkatan daya saing di level internasional.

Berikut ini adalah peraturan baru yang akan diterapkan untuk Piala Dunia 2026 dan musim kompetisi 2026/2027 :

  • Larangan menutup mulut dalam situasi konfrontatif : Pemain yang kedapatan menutup mulut dengan tangan, lengan, atau jersey saat terlibat ketegangan di lapangan akan langsung diganjar kartu merah.
  • Sanksi tegas aksi mogok bertanding dan meninggalkan lapangan. Pemain yang melakukan aksi ini timnya akan disanksi dengan kalah WO (3-0), terlepas apapun hasil skor sementara.
  • Sistem hitung mundur (countdown) visual 5 detik untuk lemparan ke dalam. Jika melewati batas waktu, hak lemparan akan berpindah ke tim lawan.
  • Sistem hitung mundur (countdown) visual 5 detik untuk tendangan gawang. Jika tendangan gawang (goal kick) dilakukan lebih dari 5 detik, wasit akan memberikan hukuman berupa sepak pojok (tendangan sudut) untuk tim lawan.
  • Protokol pergantian pemain yang ketat. Pemain yang diganti hanya memiliki waktu maksimal 10 detik untuk meninggalkan lapangan melalui titik batas terdekat. Jika melanggar, pemain pengganti baru diizinkan masuk setelah laga berjalan satu menit sejak restart.
  • Perawatan medis. Jika ada pemain yang membutuhkan perawatan dari pihak medis, pemain tersebut wajib keluar dari lapangan dan menunggu selama satu menit untuk bermain kembali. (Hal ini dibuat agar para pemain tidak melakukan tindakan pura-pura cidera)
  • Ketentuan VAR (Video Assistant Referee). VAR akan diperluas kewenangannya. Hal ini guna untuk meninjau kartu kuning kedua yang menghasilkan kartu merah dan keputusan sepak pojok yang tidak tepat.
  • Penjaga gawang hanya boleh memegang bola maksimal 8 detik. Jika lebih, tendangan sudut akan diberikan untuk tim lawan. (jj02/e02)

Berita Terkait Lainnya

  • All Posts
  • Berita Daerah
  • Gaya Hidup
  • Gubernuran
  • Headline
  • Info Grafis
  • Kriminal
  • Kuliner
  • Liputan Khusus
  • Olahraga
  • Opini
  • Pendidikan
  • Politik
  • Tokoh