Semarang, jatengjuara.com – Pameran produk pemberdayaan dalam ajang “Impact & Collaboration Forum Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Nasional 2026” yang digelar pada Kamis, 17 September 2026, di Gedung Kuliah Bersama (GKB) Unissula sukses menyedot perhatian pengunjung. Sebagai bagian dari rangkaian MTQ Nasional XXXI di Kota Semarang, pameran ini menjadi panggung strategis bagi delapan lembaga pengelola zakat terpilih, termasuk Rumah Zakat, untuk menampilkan berbagai produk unggulan hasil pemberdayaan masyarakat.
Event berskala nasional ini semakin semarak dengan kehadiran perwakilan peserta dari 30 provinsi di Indonesia yang antusias menyaksikan secara langsung geliat ekonomi berbasis zakat dan wakaf.
Stand pameran menghadirkan beragam produk berkualitas yang dihasilkan oleh masyarakat binaan dari berbagai Desa Berdaya di Jawa Tengah. Pengunjung dapat menemukan aneka produk kreatif dan pangan lokal, mulai dari batik dan ecoprint, camilan seperti eggroll dan keripik belut, hingga produk olahan alami berupa gula aren kristal, gula kelapa kristal, olahan lidah buaya (aloe vera), serta sabun cuci hasil karya warga.
Salah satu momen yang paling menarik adalah ketika 30 lembar Batik Srikandi, produk binaan Rumah Zakat dari Desa Berdaya Purwosari, Kabupaten Kendal, diborong habis untuk dijadikan hampers apresiasi bagi para peserta yang berasal dari luar provinsi.
Meski tidak seluruh produk habis terjual, pameran ini tetap mencatatkan omzet lebih dari Rp5 juta. Namun, lebih dari sekadar capaian penjualan, pameran ini menjadi bukti nyata bahwa pemberdayaan melalui dana zakat dan wakaf mampu mendorong kemandirian ekonomi masyarakat sekaligus memperluas jangkauan produk lokal hingga dikenal di tingkat nasional.
“Yang paling utama bukan hanya nilai penjualannya, tetapi terbukanya ruang kolaborasi, meningkatnya kemandirian ekonomi para peserta program, serta pembuktian bahwa pemberdayaan dana zakat dan wakaf mampu mengangkat karya lokal hingga dikenal secara nasional dan menjadikan masyarakat binaan sebagai pelaku usaha yang berdaya saing secara berkelanjutan,” ujar Ahmad JK, Manager Rumah Zakat Kantor Perwakilan Jawa Tengah. (jj02/e02)









