SEMARANG, jatengjuara.com – Bencana banjir di Jawa Tengah terus meluas menyusul hujan lebat yang mengguyur wilayah tersebut dalam beberapa hari terakhir. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat sedikitnya delapan kabupaten terdampak, dengan ribuan warga merasakan langsung dampaknya.
Wilayah yang terendam meliputi Kabupaten Pati, Jepara, Kudus, Batang, Pemalang, Pekalongan, Magelang, dan Banyumas. Genangan air merendam permukiman, fasilitas umum, hingga mengganggu aktivitas transportasi.
Di Kabupaten Batang, banjir melanda empat desa dan lima kelurahan di Kecamatan Batang sejak Jumat (16/1/2026). Tinggi air berkisar 30 hingga 120 sentimeter dan berdampak pada 15.184 jiwa. BNPB melaporkan empat warga terpaksa mengungsi ke Masjid Al-Ikhlas Batang. Hingga Sabtu (17/1), air masih belum sepenuhnya surut dan pendataan kerusakan masih berlangsung.
Banjir juga dilaporkan terjadi di Kabupaten Pemalang akibat meluapnya Sungai Comal. Tiga kecamatan terdampak, yakni Ulujami, Randudongkal, dan Petarukan. Ketinggian air mencapai 40–150 sentimeter. Dari total 13.178 warga terdampak, sebanyak 92 orang harus mengungsi. Untuk memenuhi kebutuhan dasar, BPBD setempat membuka dapur umum di Desa Kendalrejo dan Balai Desa Mojo. Genangan di Randudongkal dilaporkan surut, sementara dua kecamatan lainnya masih tergenang.
Sementara itu, hujan deras dan limpasan Sungai Bremi menyebabkan banjir di Kabupaten Pekalongan. Tiga kecamatan terdampak, yaitu Pekalongan Timur, Barat, dan Selatan, dengan ketinggian air 20–100 sentimeter. Sebanyak 800 warga dievakuasi dan ditempatkan di tujuh lokasi pengungsian. Banjir juga berdampak pada jalur kereta api di KM 88+6/7 antara Stasiun Pekalongan–Sragi, memaksa PT KAI menutup sementara jalur tersebut dan membatalkan empat perjalanan kereta.
Di wilayah selatan Jawa Tengah, cuaca ekstrem disertai angin kencang menerjang Desa Surodadi, Kecamatan Candimulyo, Kabupaten Magelang. Sebanyak 34 rumah warga dan tiga bangunan usaha mengalami kerusakan ringan. BPBD bersama warga melakukan kerja bakti untuk perbaikan.
Kondisi serupa terjadi di Kabupaten Banyumas. Angin kencang merusak 165 rumah warga dengan kategori rusak ringan, empat rumah rusak sedang, serta satu fasilitas ibadah. BNPB mencatat 169 kepala keluarga terdampak di Desa Kotayasa, Kecamatan Sumbang.
BNPB mengimbau pemerintah daerah dan masyarakat meningkatkan kewaspadaan mengingat potensi hujan lebat masih dapat terjadi dan memicu bencana susulan. (jj02/e02)









