SEMARANG, jatengjuara.com – PT Kereta Api Indonesia (KAI) masih membatalkan 23 perjalanan kereta api yang melintas di wilayah Daerah Operasi (Daop) 4 Semarang. Pembatalan dilakukan akibat banjir yang menggenangi jalur rel Pantura Jawa Tengah, khususnya di petak Stasiun Pekalongan–Stasiun Sragi, Senin.
Manajer Humas PT KAI Daop 4 Semarang, Luqman Arif, menjelaskan bahwa genangan air memang telah surut dan berada di bawah kepala rel. Namun, aspek keselamatan perjalanan masih menjadi pertimbangan utama sehingga operasional sejumlah kereta belum dapat dipulihkan.
“Meski air mulai turun, kami masih membatalkan sejumlah perjalanan demi keamanan penumpang,” ujar Luqman.
Sejumlah kereta yang terdampak pembatalan antara lain KA Argo Bromo Anggrek, Argo Merbabu, Ciremai, Menoreh, Kamandaka, Tegal Bahari, Kaligung, Argo Muria, Sembrani, Ambarawa Ekspres, dan Tawang Jaya. Total terdapat 23 perjalanan KA yang belum beroperasi.
PT KAI, lanjut Luqman, terus melakukan percepatan penanganan prasarana agar jalur dapat kembali normal dan perjalanan kereta dipulihkan secara bertahap.
“Kami mohon maaf atas ketidaknyamanan yang dialami pelanggan,” katanya.
Bagi penumpang yang terdampak pembatalan, PT KAI memastikan pengembalian biaya tiket dilakukan secara penuh atau 100 persen.
Seiring kondisi banjir yang semakin surut, jalur rel antara Stasiun Pekalongan dan Stasiun Sragi saat ini sudah dapat dilintasi kereta dengan pembatasan kecepatan maksimal 10 kilometer per jam. Meski demikian, pola operasi perjalanan masih menyesuaikan hingga infrastruktur dinyatakan benar-benar aman.
Sebagai informasi, jalur kereta api Pantura Jawa Tengah terputus sejak Minggu (19/1) akibat banjir yang merendam wilayah Pekalongan dan sekitarnya. Hingga kini, normalisasi jalur masih terus dilakukan. (jj02/e02)









