SEMARANG, jatengjuara – PSIS Semarang resmi mengakhiri kerja sama dengan pelatih kepala Jafri Sastra. Keputusan itu diambil manajemen setelah melakukan evaluasi menyeluruh terhadap performa tim di putaran kedua Pegadaian Championship musim 2025/2026.
Perpisahan tersebut disepakati pada Sabtu, 31 Januari 2026, tak lama setelah PSIS menelan kekalahan telak 0-3 dari Kendal Tornado FC di Stadion Jatidiri, Semarang. Hasil itu dinilai menjadi titik krusial yang memperkuat keputusan manajemen untuk melakukan perubahan di jajaran kepelatihan.
Asisten Manajer PSIS Semarang, Reza Handhika, mengatakan evaluasi dilakukan demi menjaga peluang tim memperbaiki posisi dan performa di sisa kompetisi musim ini.
“Manajemen bersama Coach Jafri sepakat mengakhiri kerja sama. Evaluasi ini kami lakukan sebagai langkah strategis untuk meningkatkan performa PSIS ke depan,” ujar Reza dalam pernyataan resmi klub.
Meski kontrak berakhir lebih cepat, manajemen menyampaikan apresiasi atas kontribusi Jafri Sastra selama menangani skuad Mahesa Jenar. Klub juga mendoakan yang terbaik bagi perjalanan karier sang pelatih selanjutnya.
“Kami mengucapkan terima kasih atas dedikasi yang telah diberikan dan mendoakan kesuksesan untuk Coach Jafri ke depan,” lanjutnya.
Hasil minor yang diraih PSIS di sejumlah laga putaran kedua menjadi sorotan utama manajemen. Inkonsistensi permainan dan kegagalan meraih hasil maksimal dinilai tidak sejalan dengan target klub pada musim ini.
Manajemen PSIS berharap pergantian pelatih dapat menjadi momentum kebangkitan tim agar kembali kompetitif dan mampu bersaing di papan atas klasemen.
Hingga kini, manajemen belum mengumumkan siapa yang akan ditunjuk sebagai pelatih kepala baru. Namun, klub memastikan keputusan tersebut akan segera diambil demi menjaga peluang PSIS tetap terbuka di sisa kompetisi. (jj02/e02)









