UNGARAN, jatengjuara.com – Bencana angin puting beliung melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Semarang, Sabtu (31/1/2026) sore. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Semarang mencatat sebanyak 17 rumah di tiga kecamatan mengalami kerusakan akibat kejadian tersebut.
Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops-PB) BPBD Kabupaten Semarang melaporkan, wilayah terdampak meliputi Dusun Duren, Desa Barukan, Kecamatan Tengaran; Desa Sumberejo, Kecamatan Pabelan; serta Desa Plumbon, Kecamatan Suruh. Meski menimbulkan kerusakan material, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini.
Kepala BPBD Kabupaten Semarang, Alexander Gunawan Tribiantoro, menyebutkan kerusakan paling banyak terjadi di Desa Sumberejo, Kecamatan Pabelan. Di wilayah tersebut, angin kencang merusak 11 rumah warga yang tersebar di dua titik permukiman.
“Di Dusun Duren, Desa Barukan, Kecamatan Tengaran terdapat lima rumah terdampak. Sementara di Desa Sumberejo, Kecamatan Pabelan ada 11 rumah, dan di Desa Plumbon, Kecamatan Suruh dua rumah,” jelas Alexander.
Sebagian besar rumah mengalami kerusakan berat pada bagian atap akibat terpaan angin kencang. Selain itu, sejumlah pohon tumbang dilaporkan menimpa bangunan rumah dan menutup akses jalan di beberapa titik.
BPBD Kabupaten Semarang bersama Damkar Kabupaten Semarang, BPBD Kota Salatiga, relawan, PLN, serta warga setempat langsung melakukan penanganan darurat. Langkah yang dilakukan meliputi asesmen kerusakan, evakuasi dan pemotongan pohon tumbang, serta penyaluran bantuan logistik kepada warga terdampak.
“Kami terus melakukan pemantauan kondisi wilayah melalui berbagai saluran, termasuk media sosial dan radio pemancar ulang BPBD di 19 kecamatan,” ujarnya.
Selain itu, BPBD juga melakukan pengecekan kesiapan armada dan peralatan kebencanaan, termasuk genset otomatis, serta melanjutkan pendataan kerusakan di lokasi terdampak.
Alexander memastikan, jalur penghubung Dadap Ayam–Salatiga yang sempat terputus akibat pohon dan tiang listrik tumbang kini sudah kembali dapat dilalui kendaraan.
Seperti diberitakan sebelumnya, angin puting beliung terjadi akibat cuaca ekstrem sekitar pukul 15.10 WIB dan berlangsung singkat, namun cukup kuat hingga menyebabkan kerusakan di sejumlah permukiman warga. (jj02/e02)









