PEKALONGAN, jatengjuara.com — Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dinilai menunjukkan komitmen nyata dalam mendukung penguatan pendidikan keagamaan di pondok pesantren. Dukungan tersebut dirasakan langsung oleh para pengasuh pesantren melalui berbagai program dan kehadiran pemerintah dalam kegiatan keagamaan.
Pengasuh Pondok Pesantren Roudhlotul Qur’an Jetak Kidul, Wonopringo, Kabupaten Pekalongan, Habib Ali, menyampaikan penilaian tersebut saat acara Wisuda Tahfidh Al-Qur’an yang digelar di pesantrennya pada Minggu (1/2/2026).
Menurut Habib Ali, perhatian Pemprov Jateng tidak hanya ditunjukkan melalui kebijakan, tetapi juga aksi konkret di lapangan. Salah satunya melalui pemberian tali asih atau bisyarah bagi santri penghafal Al-Qur’an, serta kehadiran langsung Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin dalam berbagai kegiatan pesantren.
Ia mengapresiasi kehadiran Wakil Gubernur dalam acara wisuda tahfidh tersebut. Bagi kalangan pesantren, kehadiran pemerintah di ruang-ruang pendidikan keagamaan menjadi bentuk pengakuan sekaligus dukungan terhadap peran pesantren dalam mencetak generasi berakhlak.
“Semoga ilmu yang diperoleh para santri di pesantren ini membawa manfaat dan keberkahan, baik di dunia maupun di akhirat,” tutur Habib Ali.
Dalam kegiatan itu, tiga santri yang berhasil menyelesaikan hafalan 30 juz Al-Qur’an menerima bisyarah dari Pemprov Jawa Tengah. Mereka adalah Ahmad Ro’in Tuqotullah, Siti Aisyah, dan Nurul Musthofi’ah.
Melalui pemberian apresiasi tersebut, Pemprov Jateng berharap dapat mendorong semakin banyak generasi muda untuk menghafal Al-Qur’an serta mengamalkan nilai-nilainya dalam kehidupan sehari-hari. Upaya ini juga dinilai sejalan dengan penguatan aspek spiritual dalam proses pembangunan daerah.
Sehari sebelumnya, Wakil Gubernur Taj Yasin juga menghadiri Haflah Akhirussanah di Pondok Pesantren Asma Chusna, Desa Kranji, Kabupaten Pekalongan, Sabtu (31/1/2026). Pada kesempatan tersebut, ia menyerahkan tali asih kepada 16 santri penghafal Al-Qur’an.
Pengasuh Pondok Pesantren Asma Chusna, Zufar Mubarok, menyampaikan terima kasih atas perhatian Pemprov Jateng. Ia menilai kehadiran Taj Yasin tidak sekadar sebagai pejabat pemerintah, tetapi juga sebagai tokoh yang memahami dunia pesantren.
Sementara itu, Wakil Gubernur Taj Yasin menegaskan bahwa dukungan terhadap pesantren merupakan bagian dari ikhtiar pemerintah dalam menghadirkan keberkahan dalam pengelolaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Ia berharap pembangunan yang dijalankan dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.
“Pemberian bisyarah kepada para penghafal Al-Qur’an ini menjadi salah satu ikhtiar agar APBD Jawa Tengah membawa keberkahan,” ujar tokoh yang akrab disapa Gus Yasin.
Ia juga mendorong para santri agar tidak berhenti pada capaian wisuda. Hafalan dan pemahaman Al-Qur’an, menurutnya, perlu terus dikembangkan karena menjadi sumber nilai dalam berdakwah, bersikap, dan bermasyarakat.
Sebagai catatan, Pemprov Jawa Tengah memberikan tali asih sebesar Rp1 juta kepada setiap santri penghafal Al-Qur’an. Sepanjang Januari hingga 17 Desember 2025, program ini telah menjangkau 1.041 santri dari berbagai daerah di Jawa Tengah. Pemprov Jateng pun memastikan program tersebut akan kembali dilanjutkan pada tahun 2026. (jj02/e02)









