Puluhan Ribu Pemuda Jateng Manfaatkan Kartu Zilenial

SEMARANG, jatengjuara.com – Program Kartu Zilenial yang diluncurkan Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi mendapat sambutan positif dari generasi muda. Hingga Rabu (4/2/2026) sore, jumlah pendaftar tercatat mencapai 25.072 orang.

Program ini dirancang sebagai wadah pengembangan potensi pemuda, mulai dari peningkatan keterampilan hingga dorongan berwirausaha. Pemerintah Provinsi Jawa Tengah memanfaatkan Kartu Zilenial untuk memetakan minat dan bakat anak muda, lalu menghubungkannya dengan berbagai pelatihan dan peluang usaha.

Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah, Sumarno, mengatakan Kartu Zilenial menjadi bentuk keseriusan pemerintah daerah dalam menyiapkan generasi muda yang mandiri dan berdaya saing.

Menurutnya, program tersebut tidak hanya mendata pemuda, tetapi juga mengarahkan mereka agar berkembang sesuai kemampuan yang dimiliki. Pemerintah kemudian menggandeng berbagai pihak untuk membuka akses pelatihan dan pendampingan.

“Melalui Kartu Zilenial, pemuda diarahkan agar bisa tumbuh dan berusaha sesuai kompetensinya,” ujar Sumarno saat menerima kunjungan kerja Komisi X DPR RI di Kantor Gubernur Jateng, Rabu (4/2/2026).

Ia menambahkan, Jawa Tengah memiliki sekitar 8,5 juta penduduk usia 15–29 tahun atau sekitar 22,5 persen dari total populasi. Jumlah tersebut dinilai sebagai potensi besar yang perlu dikelola melalui kebijakan yang tepat sasaran.

Sumarno juga menilai peran anak muda semakin penting dalam menggerakkan ekonomi, terutama melalui sektor kreatif. Karena itu, program Kartu Zilenial diharapkan menjadi pintu masuk bagi pemuda untuk mengakses berbagai program pemberdayaan pemerintah daerah.

Sementara itu, Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga Provinsi Jawa Tengah, Muhamad Masrofi, menjelaskan bahwa Kartu Zilenial mencakup beragam layanan, mulai dari pelatihan kepemudaan, penguatan soft skill dan hard skill, hingga pendampingan kewirausahaan.

Selain puluhan ribu pendaftar, Pemprov Jateng juga telah membina sekitar 400 pemuda menjadi wirausaha muda di tingkat kecamatan. Program tersebut telah berjalan di sejumlah daerah, seperti Solo, Semarang, dan Pekalongan, dan akan diperluas secara bertahap ke wilayah lain.

“Pelaksanaannya dilakukan secara berjenjang dan terus disosialisasikan agar semakin banyak pemuda bergabung,” kata Masrofi.

Ia menegaskan, melalui Kartu Zilenial, pemuda didorong untuk tidak hanya bergantung pada pekerjaan formal, tetapi juga mampu menciptakan lapangan usaha sendiri. Salah satu pelatihan yang sudah berjalan adalah pengembangan keterampilan sebagai content creator.

Dukungan juga datang dari Komisi X DPR RI. Ketua Tim Kunjungan Kerja Komisi X, Maria Yohana Esti Wijayati, berharap program Kartu Zilenial dapat menjangkau lebih banyak pemuda di Jawa Tengah.

“Program ini perlu terus diperluas agar manfaatnya bisa dirasakan lebih luas,” ujarnya. (jj02/e02)

Berita Terkait Lainnya

  • All Posts
  • Berita Daerah
  • Gaya Hidup
  • Gubernuran
  • Headline
  • Info Grafis
  • Kriminal
  • Kuliner
  • Liputan Khusus
  • Olahraga
  • Opini
  • Pendidikan
  • Politik
  • Tokoh