TAJ YASIN MAIMOEN, Menjaga Kebersamaan dalam Kebhinnekaan

“Kowe kudu raket terus karo Gubernur Mas Ganjar, sinergi karo Pemerintah Pusat. Jawa Tengah kudu luwih apik lan maju, masyarakate kudu luwih sejahtera (Kamu harus terus bersama dengan Gubernur Ganjar Pranowo, bersinergi dengan Pemerintah Pusat. Jawa Tengah harus lebih baik dan maju, masyarakatnya harus lebih sejahtera).”

Kiai Haji Maimoen Zubair menyampaikan pesan khusus itu kepada putranya Taj Yasin Maimoen saat ulama kharismatik itu hendak naik pesawat di Bandara Internasional Ahmad Yani Semarang, Minggu 28 Juli 2019. Kiai sepuh pengasuh Pondok Pesantren  Al-Anwar, Sarang, Rembang yang akrab dipanggil Mbah Moen itu terbang ke Tanah Suci untuk menunaikan ibadah haji.

Gus Yasin –begitu Taj Yasin biasa disapa—tak menyangka jika pesan itu jadi wejangan terakhir ayahandanya. Ia yang kala itu menjabat wakil gubernur Jawa Tengah mendampingi Gubernur  Ganjar Pranowo, sempat merasa ada yang aneh saat ia melepas Mbah Moen di pintu garbarata. “Saat saya minta doa ke beliau, beliau hanya diam dan memandang saya lama sampai beberapa menit. Lalu beliau menangis dan berkata lirih, ‘Ya, saya doakan’. Ternyata itu momen terakhir saya bertemu beliau,” kenang Gus Yasin soal sikap ayahnya yang bak tanda perpisahan.

Mbah Moen meninggal pada Selasa 6 Agustus 2019 bertepatan 5 Zulhijjah 1440 H menjelang prosesi puncak ibadah haji. Sesuai ketentuan Pemerintah Arab Saudi, jenazah Mustasyar Pengurus Besar Nahdlatul Ulama itu dikebumikan di kompleks pemakaman elit Al-Ma’la, perkampungan Al-Hujun, Makkah Al-Mukarramah. Yang istimewa, makam Mbah Moen ditempatkan di dekat makam wanita mulia Khadijah bin Kuwailid radiyallahu ‘anha, sosok yang selama ini dia kagumi, yang tak lain adalah istri Nabi Muhammad şalallahu ‘alaihi wasallam.

Sebagai seorang santri sekaligus putra ulama besar, Gus Yasin selalu mengingat-ingat petuah abahnya. Apalagi Mbah Moen yang juga Ketua Majelis Syariah Partai Persatuan Pembangunan telah memilih dan menugaskannya secara khusus untuk berkiprah di politik dan pemerintahan. Diantara petuah ayahnya adalah menjaga kebersamaan dan persatuan masyarakat Indonesia serta menjunjung tinggi falsafah Bhinneka Tunggal Ika.

“Saat menyampaikan pesan itu, saya ingat betul Abah mencontohkan bagaimana beliau mengapresiasi pertemuan antara Pak Joko dan Pak Prabowo, dua tokoh yang semula dipandang berseteru dalam politik. Menurut beliau, silaturahmi semacam itu penting untuk menjaga kebersamaan dan kebhinnekaan. Bahkan sebelum naik haji, Abah menyempatkan silaturahmi ke Ibu Megawati,” ungkap Gus Yasin yang ingin meneladani akhlak ayahnya dalam berpolitik dan mengelola pemerintahan.

Gus Yasin mendampingi ayahnya KH Maimoen Zubair berkunjung ke kediaman Megawati Soekarnoputri Jalan Teuku Umar Menteng Jakarta Pusat, Sabtu 27 Juli 2019. (Foto Dokumentasi PDI Perjuangan)

Santri Politisi

Gus Yasin lahir di Rembang, Jawa Tengah, 2 Juli 1983. Yasin adalah anak KH Maimoen Zubair yang ke-9 dari 10 bersaudara, delapan putra dan dua putri. Dia keturunan Mbah Moen dari istri kedua Nyai Hajah Mastiah. Yasin menikah dengan Nawal Nur Arfah tahun 2007 dan dikaruniai tiga anak. Mereka tinggal di Desa Karangmangu RT 04 RW 01 Kecamatan Sarang Kabupaten Rembang.

Yasin mengenyam pendidikan di Madrasah Ibtidaiyah Ghozaliyah Sarang (1995), Madrasah Tsanawiyah Ghozaliyah Sarang (1998) dan Madrasah Aliyah Al-Anwar Sarang (2001). Ia lulus dari Universitas Bilad Al Sham, Damaskus, Suriah.

Di politik Jawa Tengah, Yasin dianggap sebagai representasi kalangan religius. Ia salah satu ketua Gerakan Pemuda Ansor Jawa Tengah, sayap pemuda Nahdlatul Ulama. Di partai, Yasin saat ini menjabat sebagai Sekretaris Jenderal  PPP periode 2025-2030.

Sebelum menjadi wakil gubernur Jateng, Yasin meniti karier politik sebagai anggota DPRD Jateng periode 2014-2018 dari PPP. Tahun 2018, ia maju sebagai calon wakil gubernur mendampingi petahana Ganjar Pranowo untuk masa bakti 2018–2023 dan menang.

Pada Pemilu 2024, ia mencalonkan diri sebagai anggota Dewan Perwakilan Daerah Jawa Tengah dan berhasil terpilih dengan suara terbanyak sebesar 3.821.699 suara. Belum sempat dilantik, ia memutar haluan maju sebagai calon wakil gubernur Jawa Tengah mendampingi mantan Kapolda Jawa Tengah, Ahmad Luthfi pada pilkada serentak 27 November 2024. Duet Luthfi-Yasin sukses menjadi pemenang dengan perolehan dukungan sebanyak 11.390.191 suara atau 59,14 persen. Luthfi-Yasin resmi dilantik sebagai gubernur dan wakil gubernur Jateng periode 2025–2030 di Istana Negara Jakarta, 20 Februari 2025 oleh Presiden Prabowo Subianto.

Siap Berkolaborasi

Sebagai wakil gubernur, Gus Yasin menyatakan siap berkolaborasi dengan Gubernur Jawa Tengah untuk mewujudkan visi dan misi keduanya. Kolaborasi yang dimaksud, artinya membagi tugas dan menjalankan peran masing-masing dalam melayani masyarakat.  

“Wagub itu fungsi utamanya adalah membantu Pak Gubernur. Maka saya akan selalu berkolaborasi, menyesuaikan penugasan-penugasan yang diberikan oleh Pak Gubernur,” ucapnya usai dilantik.

Dia mengaskan dukungan dari masyarakat sangat diperlukan dalam mewujudkan program-program yang telah disusun. Ia menyebut, kemenangan Luthfi-Yasin ini merupakan kemenangan rakyat Jawa Tengah. 

“Jadi kembali kepada masyarakat untuk berperan, karena Jawa Tengah ini milik masyarakat. Mari bersatu padu membangun. Kami sudah punya program, mari disambut dan dukung bersama sehingga bisa terlaksana dengan baik,” ujarnya. 

Ia juga mempersilakan masyarakat untuk memberikan masukan dan saran sebanyak-banyaknya kepadanya dan Gubernur Luthfi. “Kami ini pelayan masyarakat, bukan yang harus dilayani. Tentu kami akan membuka telinga lebar-lebar agar terjadi check and balance dalam memimpin,” tegasnya. (berbagaisumber/jj01/e1)

Berita Terkait Lainnya

  • All Posts
  • Berita Daerah
  • Gaya Hidup
  • Gubernuran
  • Headline
  • Info Grafis
  • Kriminal
  • Kuliner
  • Liputan Khusus
  • Olahraga
  • Opini
  • Pendidikan
  • Politik
  • Tokoh