Sambal Tumpang Sragen Pecahkan Rekor MURI, Siap Tembus Pasar Ekspor

SOLO, jatengjuara.com — Museum Rekor-Dunia Indonesia (MURI) mencatat sejarah baru dalam gelaran Festival Sambal Tumpang Nusantara 2026. Tak sekadar memecahkan rekor dengan 10.000 sajian sambal tumpang, ajang ini juga menjadi momentum kebangkitan kuliner khas Sragen untuk naik kelas ke pasar nasional hingga internasional.

Ribuan warga memadati kawasan kompleks perkantoran Pemerintah Kabupaten Sragen, Minggu (15/2), dalam perhelatan yang meriah tersebut. Kehadiran Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga sekaligus Kepala BKKBN, Wihaji, turut menyemarakkan suasana.

Pengusaha kuliner nasional Puspo Wardoyo menilai sambal tumpang memiliki peluang besar untuk dikembangkan sebagai produk ekonomi kreatif unggulan. Namun, menurut dia, penguatan kualitas dan inovasi kemasan menjadi kunci utama.

“Kalau kualitasnya distandarisasi dan proses produksinya higienis, sambal tumpang bisa menjadi komoditas ekspor. Ini bukan sekadar makanan rumahan, tetapi aset ekonomi daerah,” ujar Puspo usai acara di Solo.

Dalam festival tersebut, sambal tumpang diperkenalkan dalam kemasan kaleng dengan daya simpan hingga dua tahun tanpa mengurangi cita rasa. Puspo menyebut inovasi ini sebagai fondasi awal industrialisasi kuliner tradisional.

Ia juga menekankan pentingnya hilirisasi melalui teknologi pengolahan modern agar produk mampu menembus rantai distribusi ritel dan pasar global. Sertifikasi pangan, konsistensi mutu, dan standar ekspor, lanjutnya, menjadi prasyarat mutlak.

“Sambel Tumpang ini juga sangat cocok buat oleh-oleh. Kalau dibawa ke saya, bisa diolah agar awet hingga 2 tahun,” tegasnya.

Tak hanya aspek ekonomi, festival ini juga dinilai memiliki dampak sosial. Wihaji mengatakan kegiatan memasak bersama dapat mempererat hubungan keluarga sekaligus memperkuat ketahanan pangan rumah tangga.

”Saya ke sini mau menikmati makan sambal tumpang. Saya diminta masak, didampingi istri saya, tapi sebenarnya saya lebih ingin ngobrol santai dengan warga,” ujar Wihaji di sela kegiatan memasak bersama peserta dari berbagai kecamatan.

Ia mengenang masa kecilnya yang akrab dengan sambal tumpang yang disantap bersama puli atau gendar. Menurutnya, tradisi memasak bersama perlu terus dijaga di tengah derasnya penggunaan gawai.

“Acara seperti ini penting, minimal warga tidak pegang HP terus. Masak bareng, makan bareng keluarga. Membangun keluarga itu dimulai dari hal terkecil, salah satunya lewat ngobrol saat masak Sambal Tumpang,” katanya.

Wihaji juga mengaku terkesan dengan inovasi sambal tumpang kalengan yang ditemuinya di lokasi acara.

“Saya terkesan tadi ada Sambal Tumpang yang bisa diawetkan seperti sarden itu. Ini sangat cocok untuk oleh-oleh khas Sragen,” ungkap menteri kelahiran Plupuh, Sragen tersebut.

Sementara itu, Bupati Sragen Sigit Pamungkas menyebut pencapaian rekor MURI sebagai kebanggaan sekaligus penegasan identitas daerah.

“Ini sebuah kebanggaan bagi kita dan sekaligus mengukuhkan Sragen sebagai punjer Sambal Tumpang. Jadi kalau ke Sragen, jangan lupa untuk makan sambal tumpang, kuliner yang membanggakan bersama keluarga,” ujar Sigit.

Ia menambahkan, pemerintah daerah berkomitmen mendorong kolaborasi antara pelaku usaha, UMKM, dan industri pengolahan pangan agar sambal tumpang berkembang menjadi produk unggulan bernilai tambah tinggi.

Menanggapi pertanyaan soal kemungkinan kebijakan khusus bagi ASN untuk sarapan sambal tumpang, Sigit menilai hal itu tidak perlu diatur secara formal.

“Itu sebenarnya sudah jadi kebiasaan, sudah tidak perlu diwajibkan, sudah menjadi habit dari masyarakat Sragen,” tandasnya.

Dengan rekor MURI yang telah diraih dan inovasi pengemasan modern yang mulai diperkenalkan, sambal tumpang Sragen kini tak lagi sekadar hidangan tradisional, melainkan simbol kebangkitan ekonomi kreatif daerah yang siap melangkah ke panggung global. (jj02/e02)

Berita Terkait Lainnya

  • All Posts
  • Berita Daerah
  • Gaya Hidup
  • Gubernuran
  • Headline
  • Info Grafis
  • Kriminal
  • Kuliner
  • Liputan Khusus
  • Olahraga
  • Opini
  • Pendidikan
  • Politik
  • Tokoh