Prakiraan Cuaca BMKG Hari Ini: Hujan Lebat Berpotensi Guyur 23 Wilayah Jateng, Warga Diminta Siaga

SEMARANG, jatengjuara.com — Sejumlah wilayah di Jawa Tengah diprakirakan masih diguyur hujan dengan intensitas sedang hingga lebat pada Senin (16/2/2026) pagi. Warga pun diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem yang dapat disertai petir dan angin kencang.

Berdasarkan peringatan dini yang dirilis Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), sedikitnya 23 wilayah di Jawa Tengah berpotensi terdampak hujan lebat sejak pagi hari.

“Peringatan Dini Cuaca Jawa Tengah tgl 16 Februari 2026 pkl 06:30 WIB masih berpotensi terjadi hujan sedang-lebat yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang pada pkl. 06:40 WIB,” tulis BMKG dalam keterangannya.

BMKG juga menyebutkan bahwa hujan berintensitas sedang hingga lebat tersebut berpeluang meluas ke wilayah lain dan diperkirakan berlangsung hingga pukul 08.30 WIB.

Secara nasional, potensi cuaca ekstrem juga membayangi sejumlah daerah di Indonesia. Dalam prakiraan cuaca yang disiarkan melalui kanal YouTube resmi BMKG, prakirawan BMKG, Bintari, mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai hujan lebat hingga sangat lebat di berbagai wilayah.

“Potensi hujan lebat hingga sangat lebat berpeluang terjadi di Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Yogyakarta, Jawa Timur, Sulawesi Utara, Papua, dan Papua Pegunungan,” ujar Bintari seperti dikutip dari Antara, Senin (16/2/2026).

Wilayah-wilayah tersebut dinilai memiliki tingkat kerentanan tinggi terhadap dampak hidrometeorologi, seperti banjir dan tanah longsor, terutama di kawasan padat penduduk maupun daerah dengan kontur perbukitan.

BMKG mengingatkan bahwa intensitas hujan tinggi dalam durasi yang cukup lama dapat memicu genangan, banjir, hingga gangguan aktivitas masyarakat.

“BMKG mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi hujan lebat hingga sangat lebat di sejumlah wilayah Indonesia dalam beberapa waktu ke depan,” lanjut Bintari.

Dengan kondisi cuaca yang masih dinamis, masyarakat diimbau untuk rutin memantau pembaruan informasi resmi dari BMKG serta mengantisipasi potensi risiko yang dapat terjadi sewaktu-waktu. Kesiapsiagaan dan langkah pencegahan dini menjadi kunci untuk meminimalkan dampak cuaca ekstrem di berbagai daerah. (jj02/e02)

Berita Terkait Lainnya

  • All Posts
  • Berita Daerah
  • Gaya Hidup
  • Gubernuran
  • Headline
  • Info Grafis
  • Kriminal
  • Kuliner
  • Liputan Khusus
  • Olahraga
  • Opini
  • Pendidikan
  • Politik
  • Tokoh