SEMARANG, jatengjuara.com – Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menegaskan bahwa Provinsi Jawa Tengah memegang peranan krusial dalam penyelenggaraan Angkutan Lebaran 2026. Hal tersebut ia sampaikan dalam Rapat Koordinasi Kesiapan Penyelenggaraan Angkutan Lebaran yang digelar di Semarang, Jumat (20/2/2026).
Menurutnya, Jawa Tengah tidak hanya menjadi daerah tujuan, tetapi juga titik keberangkatan serta jalur lintasan utama arus mudik dan balik di Pulau Jawa. Oleh sebab itu, kesiapan sarana-prasarana, rekayasa lalu lintas, hingga pengelolaan simpul transportasi harus dipastikan optimal agar pergerakan nasional tetap lancar.
“Jawa Tengah memiliki peran sentral dalam menjaga kelancaran pergerakan di Pulau Jawa selama angkutan lebaran. Kesiapan infrastruktur dan dukungan masyarakat sangat menentukan keberhasilan bersama,” ujar Dudy.
Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi antara Kementerian Perhubungan, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, dan Komisi V DPR RI agar pelaksanaan Angkutan Lebaran 2026 berlangsung aman, selamat, tertib, dan terkendali.
Puluhan Juta Pergerakan Menuju Jateng
Merujuk hasil Survei Potensi Pergerakan Angkutan Lebaran 2026, Jawa Tengah diperkirakan menjadi provinsi tujuan paling diminati secara nasional dengan proyeksi 38,71 juta orang. Di saat yang sama, provinsi ini juga tercatat sebagai salah satu daerah asal terbesar dengan potensi 16,57 juta orang melakukan perjalanan.
Sejumlah kabupaten/kota di Jawa Tengah masuk daftar destinasi favorit, terutama wilayah yang dikenal sebagai kantong perantau seperti Kebumen yang diperkirakan mencatat 867 ribu pergerakan.
Tingginya mobilitas tersebut berpotensi menimbulkan kepadatan di berbagai titik, mulai dari kawasan wisata, perlintasan sebidang kereta api, hingga jalur rawan bencana. Selain itu, kebijakan flexible working arrangement (FWA), pembatasan angkutan barang, serta program mudik gratis diprediksi turut memengaruhi pola distribusi arus perjalanan.
Antisipasi Gangguan Perkeretaapian
Kementerian Perhubungan juga memberi perhatian pada potensi gangguan perjalanan kereta api akibat banjir di wilayah Jawa Tengah yang menjadi koridor utama penumpang. Bersama PT Kereta Api Indonesia (Persero), pemerintah menyiapkan langkah mitigasi berupa patroli dan penjagaan 24 jam di titik rawan, perbaikan sistem drainase, penguatan infrastruktur, hingga kesiapan material darurat dan rekayasa operasional.
Menhub meminta dukungan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dalam pengendalian tata air dan penanganan genangan di sekitar rel, serta percepatan respons jika terjadi kondisi darurat agar layanan kereta tetap andal selama masa mudik.
Selain itu, pemerintah daerah juga didorong untuk meningkatkan akses menuju terminal, stasiun, pelabuhan, dan bandara, termasuk penyediaan angkutan pengumpan (feeder) bagi peserta mudik gratis.
Simpul Transportasi Terpadat
Dalam forum tersebut, Dudy menyebut Jawa Tengah sebagai wilayah dengan kepadatan simpul transportasi tertinggi, khususnya pada sektor perkeretaapian dan transportasi darat. Karena itu, koordinasi lintas instansi menjadi kunci untuk mengelola mobilitas jutaan pemudik secara terukur.
Rapat koordinasi tersebut turut dihadiri Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi, Ketua Komisi V DPR RI Lasarus, serta jajaran Kementerian Perhubungan dan para kepala daerah se-Jawa Tengah.
“Kami meyakini, dengan kolaborasi yang solid, penyelenggaraan Angkutan Lebaran 2026 dapat dikelola lebih baik dan terukur,” kata Dudy. (jj02/e02)









