SEMARANG, jatengjuara.com – Ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) di wilayah Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta dipastikan dalam kondisi aman selama Ramadan 2026. PT Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Tengah (JBT) menyebut kapasitas stok yang disiapkan mencapai sepuluh kali lipat dibanding kondisi normal.
Area Manager Communication, Relations, & CSR Regional JBT, Taufiq Kurniawan, menjelaskan seluruh terminal BBM di wilayah operasionalnya berada dalam kondisi optimal, baik di jalur Pantura maupun Pansela yang membentang di Pulau Jawa.
“Untuk BBM di seluruh fasilitas terminal operasi milik Pertamina mulai dari di Pantura jalur Pansela hingga di tengah-tengah semuanya dalam kondisi optimal,” ujar Taufiq, Senin (23/2/2026).
Menurutnya, kapasitas tangki penyimpanan untuk jenis gasoline maupun gas oil saat ini berada pada level aman, bahkan disebut mencapai minimal 10 kali lipat dari kebutuhan rata-rata harian.
“Selama bulan Ramadan ini akan dilayani berapapun permintaan karena stoknya 10 kali lipat dibandingkan dalam kondisi normal,” tegasnya.
Masyarakat Diminta Tidak Panic Buying
Pertamina mengimbau masyarakat tidak melakukan pembelian berlebihan, baik BBM maupun LPG, karena distribusi dipastikan berjalan lancar. Perusahaan menjamin suplai akan terus dipenuhi sesuai kebutuhan pasar.
“Pertamina akan senantiasa memenuhinya,” tandas Taufiq.
Sebelumnya, dalam Rapat Koordinasi Lintas Sektoral Operasi Ketupat Candi 2026 yang digelar di Pendopo Polres Salatiga, unsur pemerintah daerah juga membahas kesiapan pasokan energi selama Ramadan hingga Idulfitri.
Perwakilan Dinas Perdagangan Kota Salatiga, Adhitiyo Heru Prabowo, menyatakan pihaknya akan berkoordinasi dengan agen LPG 3 kilogram serta Pertamina guna memastikan distribusi, khususnya solar subsidi di seluruh SPBU Kota Salatiga, tetap terkendali.
“Khususnya solar subsidi di seluruh SPBU Kota Salatiga. Selain itu, pengawasan kemetrologian dilakukan secara rutin guna melindungi hak konsumen di pasar maupun fasilitas pengisian bahan bakar,” ujarnya.
Rakor tahunan tersebut dihadiri unsur Forkopimda, kepala OPD, camat, lurah, hingga tokoh agama dan masyarakat, sebagai upaya menjaga stabilitas dan kenyamanan wilayah selama bulan suci hingga arus mudik Lebaran. (jj02/e02)









