SEMARANG, jatengjuara.com – Intensitas hujan tinggi yang mengguyur Kota Semarang pada Kamis (26/2/2026) sore memicu genangan hingga banjir di Kawasan Industri Candi, Kecamatan Ngaliyan. Dalam peristiwa tersebut, sebuah sepeda motor dilaporkan sempat terseret arus di sekitar kantor polisi setempat.
Rekaman video kejadian itu beredar luas di media sosial setelah diunggah akun Instagram @infokejadian_semarang. Dalam tayangan tersebut tampak sejumlah warga berupaya menyelamatkan sepeda motor yang hampir hanyut akibat derasnya aliran air.
Kapolsek Ngaliyan, Kompol Aliet Alphard, membenarkan adanya banjir yang terjadi usai hujan lebat pada sore hari.
“Mungkin terjadinya itu setelah asar, sekitar jam 15.00 WIB. Hujannya memang sangat deras tadi sore,” kata Aliet.
Menurutnya, air mulai menggenang saat hujan turun deras dan berangsur surut ketika hujan mereda menjelang waktu magrib. Ketinggian air diperkirakan mencapai sekitar 50 sentimeter atau di bawah lutut orang dewasa.
“Setelah hujan reda sudah langsung surut. Itu pas deras-derasnya saja tadi,” jelasnya.
Terkait sepeda motor yang sempat terseret, Aliet memastikan kendaraan tersebut tidak terbawa jauh karena segera diamankan pemiliknya.
“Ada motor yang kebawa sedikit karena kontur jalannya agak turun, kena arus. Tapi nggak sampai jauh, langsung dikejar. Nggak ada korban untungnya,” ujarnya.
Ia menduga banjir dipicu kombinasi hujan deras dan pendangkalan sungai di sekitar kawasan tersebut. “Biasanya ada pengerukan sungai, tapi tahun ini belum. Mungkin karena itu dan hujannya memang sangat deras,” ujarnya.
Pihak kepolisian mengimbau warga, terutama para pekerja di wilayah Ngaliyan, agar meningkatkan kewaspadaan saat terjadi hujan deras disertai angin kencang. “Kami mengimbau ketika terjadi hujan deras lebih baik berteduh dulu. Tadi juga ada beberapa titik pohon tumbang,” pungkasnya.
Sementara itu, seorang pekerja di kawasan tersebut, Riri (35), membenarkan insiden motor yang hampir hanyut terjadi di dekat kantor polisi.
“Tapi kalau motor yang terseret itu ada di daerah jalanan dekat kantor polisi. Agak jauh dari kantor, jadi kurang tahu,” kata Riri.
Ia menyebut hujan mulai turun sekitar pukul 15.45 WIB, dengan genangan terparah berada di sekitar Blok 8, dekat kantor polisi. “Hujan deras sekali, sampai jalanan depan kantor yang turunan bawah pabrik herboris banjir seperti aliran sungai warna coklat,” ujarnya.
Menurut Riri, posisi jalan di depan kantor polisi berada di titik paling rendah sehingga air dari Blok 10 dan Blok 12 mengalir dan terkumpul di lokasi tersebut. Sekitar pukul 16.00 WIB, aliran listrik di Blok 5 dan Blok 10 sempat terganggu sebelum akhirnya padam total akibat ledakan trafo.
“Tiba-tiba trafo di perempatan bawah pabrik herboris meledak, bunyi ‘blaam’ dan mati listrik total,” kata Riri.
Ia juga menyebut adanya pipa air berukuran besar yang bocor saat banjir berlangsung dan diduga memperparah genangan. Riri mengaku selama 12 tahun bekerja di Kawasan Industri Candi, baru kali ini menyaksikan banjir dengan kondisi separah tersebut. (jj02/e02)









