Hampir tiap pagi, lapangan Stadion Tri Lomba Juang Jl Pandanaran, Mugas, Kota Semarang selalu ramai oleh warga yang memanfaatkan pagi dengan berolahraga jogging atau jalan kaki. Pengunjung makin padat di hari Minggu. Ya, jogging atau jalan kaki kini sudah menjadi gaya hidup masyarakat perkotaan. Hal ini seiring tumbuhnya kesadaran masyarakat akan pentingnya gaya hidup sehat, dengan olahraga teratur, diantaranya yang paling murah meriah adalah jalan kaki.
Tak pelak bila belakangan ini di lapangan, alun-alun, pertamanan kota atau jalan boulevard kampus, banyak orang lalu lalang berolahraga jalan kaki. Jika dilakukan secara konsisten, jalan kaki sangat baik untuk kesehatan tubuh. Setidaknya ada 7 (tujuh) manfaat jalan kaki bagi kesehatan.
Pertama, menurunkan berat badan. Dengan hanya berjalan kaki selama 30 menit setiap hari akan membakar setidaknya 150 kalori. Makin cepat langkah kaki Anda, makin banyak pula kalori yang terbakar. Hal ini akan mengontrol berat badan dan menjadikan tubuh lebih sehat.
Kedua, meningkatkan energi. Jalan kaki akan memperlancar aliran oksigen ke seluruh tubuh, sekaligus mengaktifkan hormon kortisol, epinefrin dan norepinefrin di dalam tubuh. Kedua manfaat jalan kaki tersebut akan membuat tubuh lebih berenergi.
Ketiga, mencegah osteoporosis. Osteoporosis disebabkan oleh pengeroposan tulang sehingga tulang menjadi rapuh dan lebih mudah patah. Untuk mencegahnya, kita dianjurkan berjalan kaki rutin setiap hari.
Keempat, memperkuat daya tahan tubuh. Jalan kaki secara rutin juga dapat meningkatkan daya tahan tubuh dan mencegah berbagai penyakit infeksi. Seseorang yang berjalan kaki selama 30–45 menit setiap harinya akan lebih jarang sakit dibandingkan dengan mereka yang tidak berjalan kaki.
Kelima, mengurangi stress. Rutin berjalan kaki dapat mengurangi dan mencegah stres. Ketika berjalan kaki atau melakukan aktivitas fisik lainnya, tubuh akan melepaskan hormon endorfin yang dapat memperbaiki suasana hati serta mengurangi rasa cemas dan depresi.
Keenam, mencegah diabetes. Risiko terkena penyakit diabetes bisa diperkecil dengan rutin melakukan aktivitas fisik, termasuk jalan kaki. Olahraga ini dapat membantu meningkatkan sensitivitas insulin sehingga tubuh dapat menggunakan glukosa dengan lebih efisien. Aktivitas ini juga baik dilakukan dengan rutin untuk menjaga gula darah penderita diabetes tetap stabil.
Ketujuh, mencegah serangan jantung. Jalan kaki bisa menurunkan kadar kolesterol jahat dan menjaga kestabilan tekanan darah sehingga risiko terjadinya serangan jantung maupun penyakit jantung yang lain menjadi lebih rendah. Selain itu, aktivitas ini juga dapat meningkatkan denyut jantung, sirkulasi darah di dalam tubuh, serta memperkuat jantung. Jalan kaki juga baik untuk penderita jantung lemah.
Ayo semangat olahraga jalan kaki!
(berbagaisumber/jj01/e01)









