Banjir Demak Kian Parah, Akses Terputus dan Evakuasi Difokuskan pada Wilayah Terisolasi

DEMAK, jatengjuara.com – Situasi banjir di Kabupaten Demak, Jawa Tengah, masih menunjukkan tren memburuk setelah tanggul Sungai Tuntang dilaporkan jebol di sejumlah titik. Hingga Sabtu, sebanyak delapan desa di empat kecamatan terdampak, dengan ratusan warga terpaksa meninggalkan rumah mereka.

Data terbaru mencatat sedikitnya 583 warga kini berada di pengungsian yang tersebar di sembilan titik. Wilayah terdampak meliputi Desa Ploso di Kecamatan Karangtengah, serta beberapa desa di Kecamatan Guntur seperti Trimulyo, Sidoharjo, Turitempel, dan Tlogorejo. Selain itu, banjir juga merendam Desa Lempuyangan di Kecamatan Kebonagung serta Desa Sarimulyo dan Solowire.

Kondisi genangan yang belum surut menyebabkan sejumlah kawasan terisolasi, mempersulit akses bantuan. Tim gabungan dari relawan, TNI, dan Polri masih terus melakukan penyisiran untuk menjangkau warga yang belum dievakuasi.

Fokus penanganan saat ini diarahkan pada evakuasi warga di daerah yang sulit dijangkau, terutama kelompok rentan seperti lansia dan warga sakit. Di Desa Trimulyo, proses evakuasi berlangsung tidak biasa ketika petugas harus mengangkat tempat tidur seorang lansia yang tengah sakit untuk melewati genangan air.

Sementara itu, di Kampung Selowere, ketinggian air yang mencapai sekitar satu meter disertai arus deras memaksa tim evakuasi menggunakan perahu bermotor untuk mengevakuasi warga yang masih terjebak.

Petugas BPBD Demak menyebutkan bahwa hambatan utama di lapangan adalah akses jalan yang terendam dan arus air yang cukup kuat. Dalam beberapa kasus, kendaraan berat seperti truk digunakan untuk menerobos banjir demi mempercepat proses pemindahan warga ke lokasi aman.

Di sisi lain, warga terdampak mulai membandingkan banjir kali ini dengan kejadian sebelumnya. Sejumlah warga menyebut debit air lebih tinggi dan dampaknya lebih luas, sehingga banyak keluarga memilih mengungsi secara mandiri ke rumah kerabat.

Banjir ini diketahui dipicu oleh jebolnya tanggul Sungai Tuntang di enam titik berbeda. Hingga kini, wilayah Kecamatan Guntur dilaporkan menjadi area dengan dampak paling signifikan.

Petugas masih terus melakukan pendataan dan penanganan darurat, sembari memastikan seluruh warga di lokasi terdampak dapat dievakuasi dengan aman. (jj02/e02)

Berita Terkait Lainnya

  • All Posts
  • Berita Daerah
  • Gaya Hidup
  • Gubernuran
  • Headline
  • Info Grafis
  • Kriminal
  • Kuliner
  • Liputan Khusus
  • Olahraga
  • Opini
  • Pendidikan
  • Politik
  • Tokoh