SEMARANG, jatengjuara.com – Menghadapi arus mudik dan balik Lebaran 2026, Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional Jateng–DIY (BBPJN) memetakan puluhan lokasi yang berpotensi mengalami kepadatan lalu lintas di jalur nasional wilayah Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta.
Kepala BBPJN Jateng–DIY, Moch Iqbal Tamher, mengungkapkan terdapat 46 titik rawan kemacetan di Jawa Tengah dan 6 titik di DIY yang masuk dalam pengawasan khusus. Seluruh titik tersebut telah disiapkan skema rekayasa lalu lintas untuk mengantisipasi lonjakan kendaraan saat puncak arus mudik maupun arus balik.
“Kami telah berkoordinasi dengan Polda Jawa Tengah dan Polres jajaran. Rekayasa arus juga sudah disiapkan, apabila ada peningkatan kendaraan di puncak arus balik, maupun arus mudik,” kata Iqbal, Jumat, 27 Februari 2026.
Puluhan titik rawan di Jawa Tengah tersebar di sepanjang jalur nasional, mulai kawasan Pasar Losari Brebes hingga Pasar Jepon Blora. Menurut Iqbal, potensi kepadatan paling banyak dipicu aktivitas pasar tradisional, perlintasan sebidang kereta api, serta sejumlah akses keluar-masuk tol yang terhubung langsung dengan jalan nasional.
“Dari 46 titik rawan kemacetan, paling banyak terjadi di pasar, perlintasan sebidang, dan beberapa exit tol yang berada di jalan nasional,” lanjutnya.
Sementara di DIY, enam titik yang menjadi perhatian berada di Simpang Empat Tempel dan Simpang Empat Kronggahan (Sleman), Simpang Tiga Pasar Prambanan, Simpang Raden Ronggo, Simpang Tiga Maguwo di perbatasan Jawa Tengah, serta Simpang Pasar Gamping Pasar Buah Yogyakarta.
BBPJN memastikan seluruh skenario pengamanan telah dibahas bersama kepolisian dan pemerintah daerah setempat guna meminimalkan hambatan lalu lintas selama periode Lebaran.
“Pada intinya, seluruh persiapan dan antisipasi di titik titik rawan kemacetan sudah kami koordinasikan Bersama satlantas polres setempat dan tentunya pemerintah daerah, yang Insya Allah semua akan berjalan dengan baik,” pungkas Iqbal. (jj02/e02)









