UNGARAN, jatengjuara.com – Bidang Perempuan dan Keluarga (Bipeka) DPW Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Jawa Tengah melakukan silaturahmi dengan tokoh perempuan senior PKS, Hj. Ida Nurul Farida, sebagai langkah memperkuat arah dan implementasi Program Rumah Keluarga Indonesia (RKI).
Kunjungan yang berlangsung di Ungaran tersebut dipimpin langsung Ketua Bipeka DPW PKS Jateng, Titik Anggraini. Rombongan disambut hangat oleh Ida Nurul Farida yang juga merupakan anggota DPRD Provinsi Jawa Tengah periode 2024–2029.
Titik Anggraini menjelaskan, RKI dirancang sebagai wadah edukasi, advokasi, dan pendampingan keluarga agar mampu menghadapi berbagai tantangan sosial, ekonomi, dan moral yang berkembang di tengah masyarakat.
“Program RKI diharapkan menjadi ruang penguatan keluarga agar lebih tangguh dan berdaya dalam menghadapi dinamika zaman,” ujar Titik, Sabtu (24/1/2026).
Ia menambahkan, silaturahmi tersebut menjadi bagian dari upaya Bipeka DPW PKS Jateng untuk memastikan program RKI dapat berjalan secara aplikatif dan selaras dengan kebutuhan riil keluarga di Jawa Tengah.
Masukan dari tokoh perempuan yang telah lama berkecimpung dalam isu keluarga dan pemberdayaan perempuan dinilai penting sebagai bahan penyempurnaan program.
“Pandangan dan pengalaman dari tokoh perempuan senior menjadi referensi strategis dalam mempertajam pelaksanaan RKI di lapangan,” kata Titik.
Selain berdialog, dalam kesempatan tersebut Bipeka DPW PKS Jateng juga menyerahkan surat tugas kepada Ida Nurul Farida sebagai Duta RKI. Penunjukan tersebut diharapkan mampu memperkuat peran program RKI di tengah masyarakat.
Menanggapi hal itu, Ida Nurul Farida menyampaikan sejumlah pandangan terkait pentingnya penguatan peran ibu dalam keluarga. Ia menekankan bahwa pendidikan karakter sejak dini menjadi kunci dalam membangun ketahanan keluarga.
Ia juga mendorong adanya sinergi berkelanjutan antara partai politik, masyarakat, dan lembaga sosial dalam menjaga dan memperkuat ketahanan keluarga.
DPW PKS Jawa Tengah berharap, hasil pertemuan tersebut dapat menjadi pijakan dalam merumuskan kebijakan dan program kerja yang lebih menyeluruh, sekaligus membuka ruang kolaborasi lintas generasi.
“Tujuannya adalah mewujudkan keluarga Indonesia yang kokoh, mandiri, dan sejahtera,” pungkasnya. (jj02/e02)









