Brida Jateng Siapkan Rumah Inovasi, Jadi Pusat Kolaborasi Riset Daerah

SEMARANG — Pemerintah Provinsi Jawa Tengah melalui Badan Riset dan Inovasi Daerah (Brida) tengah menyiapkan peluncuran Rumah Inovasi Jateng sebagai pusat pengembangan riset dan inovasi yang terbuka bagi berbagai kalangan.

Kepala Brida Jawa Tengah Mohamad Arief Irwanto menyampaikan, salah satu lokasi yang disiapkan untuk Rumah Inovasi berada di kawasan Pucang Gading, Kabupaten Demak. Fasilitas ini dirancang sebagai simpul penguatan ekosistem riset daerah yang bersifat inklusif dan berorientasi pada dampak nyata.

Menurut Arief, Rumah Inovasi Jateng akan dikembangkan dengan pendekatan kolaborasi pentahelix, yang melibatkan pemerintah, akademisi, dunia usaha dan industri, komunitas, serta media. Konsep tersebut sejalan dengan arahan Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi untuk memperluas partisipasi publik dalam pembangunan berbasis inovasi.

“Rumah Inovasi ini menjadi ruang bersama agar semua pihak dapat berperan aktif mendorong Jawa Tengah yang maju dan mandiri,” ujar Arief di Semarang, Senin (2/2/2026).

Ia menjelaskan, keberadaan Rumah Inovasi tidak berdiri sebagai entitas tunggal. Brida Jateng akan menggandeng Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), pemerintah kabupaten dan kota, perguruan tinggi, serta pelaku usaha dan industri untuk membangun sinergi riset yang berkelanjutan.

Melalui kolaborasi tersebut, hasil penelitian diharapkan tidak hanya berhenti pada kajian akademik, tetapi dapat dikembangkan menjadi produk inovatif yang bernilai tambah, menciptakan lapangan kerja, serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

Sementara itu, Deputi Bidang Riset dan Inovasi Daerah BRIN, Yopi, menyambut positif rencana pengembangan Rumah Inovasi Jateng. Hal tersebut disampaikannya saat melakukan kunjungan koordinasi ke Brida Jawa Tengah pada akhir Januari 2026.

Menurut Yopi, keterlibatan perguruan tinggi sebagai sumber keahlian dan dunia industri sebagai pengguna hasil inovasi menjadi faktor kunci dalam memperkuat pembangunan daerah berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi.

Ia berharap, Rumah Inovasi Jateng dapat menjadi momentum penting bagi Jawa Tengah dalam mendorong modernisasi dan digitalisasi di berbagai sektor strategis, mulai dari pertanian, industri, hingga pengembangan UMKM melalui pemanfaatan teknologi tepat guna.

“Kami ingin memastikan proses persiapan peluncuran Rumah Inovasi ini selaras dengan standar nasional, sehingga inovasi yang dihasilkan benar-benar memberi manfaat sosial dan ekonomi bagi masyarakat Jawa Tengah,” katanya.

Selain membahas kesiapan Rumah Inovasi, tim BRIN juga melakukan peninjauan terhadap berbagai program fasilitasi riset yang saat ini tengah berjalan di Jawa Tengah. (jj02/e02)

Berita Terkait Lainnya

  • All Posts
  • Berita Daerah
  • Gaya Hidup
  • Gubernuran
  • Headline
  • Info Grafis
  • Kriminal
  • Kuliner
  • Liputan Khusus
  • Olahraga
  • Opini
  • Pendidikan
  • Politik
  • Tokoh