Cimahi Dominasi Lomba Dayung Nasional 2026 di BKB Semarang

Semarang, jatengjuara.com – Kontingen Cimahi tampil sebagai kekuatan utama dalam Lomba Dayung Nasional 2026 yang berlangsung di Sungai Banjir Kanal Barat (BKB), Semarang. Pada ajang yang diselenggarakan oleh Politeknik Pekerjaan Umum (PU Tech) Semarang tersebut, tim asal Jawa Barat itu sukses mengamankan dua medali emas dari nomor bergengsi.

Medali emas pertama diraih oleh Dayung Pasundan Cimahi pada nomor Dragon Boat 500 meter Mix Umum. Berlaga di partai final, Sabtu, tim ini mencatatkan waktu tercepat 2 menit 33,22 detik, unggul tipis atas Pasmar 2 yang finis dengan catatan 2 menit 33,59 detik. Sementara posisi ketiga ditempati Putra Silugonggo Pati dengan waktu 2 menit 34,59 detik.

Keberhasilan Cimahi berlanjut pada kategori Dragon Boat 500 meter Mix Pelajar/Mahasiswa. Tim STKIP Pasundan Cimahi kembali mengibarkan prestasi setelah finis terdepan dengan waktu 2 menit 33,35 detik. Di belakangnya, Klub Jungkwatu Jawa Timur menempati posisi kedua (2 menit 37,59 detik), disusul Klub Jenggolo Sidoarjo di urutan ketiga (2 menit 41,22 detik).

Perwakilan STKIP Pasundan Cimahi, Krisna Septiana, mengaku bersyukur atas capaian tersebut. Menurutnya, persiapan panjang menjadi kunci keberhasilan meski sempat menghadapi kendala teknis di lintasan.

“Lintasan tadi kurang sejajar, tapi arus dan cuaca cukup mendukung. Alhamdulillah hasilnya maksimal, dua emas bisa kami bawa pulang,” ujarnya.

Sementara itu, pada kategori Dragon Boat 500 meter antar UPT, BBWS Serayu Opak keluar sebagai peraih medali emas. Tim Dayung Panda BBWS Pemali Juana meraih perak, sedangkan Politeknik PU harus puas dengan medali perunggu.

Di nomor perorangan Stand Up Paddle 200 meter, Muhammad Fathur Rohman menjadi yang tercepat pada kategori putra. Untuk kategori putri, medali emas berhasil diamankan oleh Septiani Dwi Azzahra.

Sekretaris Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kementerian Pekerjaan Umum, Lina Anggraini, menuturkan bahwa kejuaraan ini menjadi bagian dari upaya pembinaan atlet dayung, khususnya di lingkungan pendidikan vokasi dan unit kerja Kementerian PU.

“Kegiatan ini menyasar pelajar, mahasiswa, klub, peserta umum, hingga UPT Kementerian PU. Ke depan kami akan mendorong unit kerja lain agar ikut terlibat, tidak hanya dari sektor sumber daya air,” jelasnya.

Ia menambahkan, kerja sama dengan Persatuan Olahraga Dayung Seluruh Indonesia (PODSI) akan terus diperkuat guna mendukung pengembangan olahraga dayung secara berkelanjutan.

Lomba Dayung Nasional yang untuk kedua kalinya digelar oleh Politeknik PU ini diikuti 511 peserta dari berbagai daerah. Seluruh peserta bersaing memperebutkan Piala Bergilir Menteri Pekerjaan Umum dalam sejumlah nomor perlombaan.

Kategori yang dipertandingkan meliputi Dragon Boat Racing Mix 500 meter untuk kategori umum dengan lebih dari 13 tim, kategori pelajar–mahasiswa yang diikuti lebih dari 10 tim, serta Dragon Boat Racing Open 500 meter kategori UPT Kementerian PU dengan peserta lebih dari delapan tim. Selain itu, nomor Stand Up Paddle 200 meter diikuti lebih dari 26 peserta putra dan lebih dari 25 peserta putri dari kalangan pelajar dan mahasiswa. (jj02/e02)

Berita Terkait Lainnya

  • All Posts
  • Berita Daerah
  • Gaya Hidup
  • Gubernuran
  • Headline
  • Info Grafis
  • Kriminal
  • Kuliner
  • Liputan Khusus
  • Olahraga
  • Opini
  • Pendidikan
  • Politik
  • Tokoh