Diduga Batalkan Sepihak Jadwal Konser, NDX AKA Terancam Dilaporkan ke Polda Jateng

SEMARANG, jatengjuara.com – Grup musik hip hop dangdut asal Yogyakarta, NDX AKA, tengah menjadi sorotan setelah diduga membatalkan secara sepihak keterlibatan mereka dalam Festival Gelombang Cinta #4 Pekalongan. Akibat kejadian tersebut, pihak penyelenggara, AL Organizer, mengaku mengalami kerugian besar hingga mencapai Rp1,7 miliar.

Kuasa hukum AL Organizer, Advokat H. Handyar Rhaditya SH CIL dari Fast and Associates Salatiga, menyampaikan bahwa pihaknya telah mengirimkan somasi kepada manajemen NDX AKA. Langkah ini diambil sebagai bentuk keberatan atas kerugian yang dinilai tidak hanya bersifat materiil, tetapi juga immateriil.

“Kami menempuh upaya hukum somasi kepada management NDX AKA karena ada hal-hal yang menurut kami telah dirugikan oleh grup Duo Hip-hop Dangdut Asal Bantul, Yogyakarta itu,” kata Handy, Kamis 23 April 2026.

Somasi tersebut dikirimkan pada Rabu, 22 April 2026, dan ditujukan langsung ke manajemen resmi NDX AKA di wilayah Imogiri, Bantul. Dalam dokumen somasi, dijelaskan kronologi awal kerja sama antara kedua pihak.

Berawal dari komunikasi pada 18 Februari 2026, admin event organizer Festival Gelombang Cinta #4 Pekalongan menghubungi manajemen NDX AKA untuk menanyakan ketersediaan jadwal tampil.

“Saat itu, Admin EO Festival Gelombang Cinta#4 Pekalongan menanyakan ketersediaan jadwal kemudian melakukan soft lock tanggal untuk tampil tanggal 26 maret 2026, di IBC Pekalongan dengan tajuk “Super Ambyar”,” terang dia.

Selanjutnya, pada 20 Februari 2026, pihak penyelenggara telah mentransfer uang muka sebesar Rp85 juta kepada manajemen NDX AKA melalui rekening yang disebut atas nama Gunawan Putra Utomo, yang diketahui sebagai manajer grup tersebut.

Dalam proses persiapan acara, AL Organizer juga telah mengurus perizinan dengan pihak kepolisian. Namun, terdapat rekomendasi agar jadwal acara diundur menjadi 7 Mei 2026.

“Bahwa Polres Pekalongan, melalui Polsek Wiradesa telah menerima surat permohonan izin dari panitia AL Organizer, namun kemudian ada rekomendasi Kepolisian untuk mengundurkan waktu penyelenggaraan 7 Mei 2026,” tandas Handy.

Perubahan jadwal tersebut disebut tidak menjadi masalah bagi pengisi acara lain, seperti Denny Caknan dan Guyon Waton. Namun, berbeda dengan manajemen NDX AKA yang dinilai tidak memberikan kepastian.

“Dan oleh sejumlah pengisi acara tidak keberatan. Hanya dari pihak NDX AKA tidak memberikannya kepastian dari waktu yang telah kami koordinasikan,” imbuhnya.

Pihak EO mengaku telah berulang kali mencoba menghubungi manajemen NDX AKA, namun tidak mendapatkan respons hingga mendekati waktu rilis jadwal acara. Hingga akhirnya, pada 28 Maret 2026, manajemen NDX AKA memberikan balasan yang menyatakan bahwa jadwal pada 26 Maret sudah terkunci dan uang muka yang telah dibayarkan dianggap hangus.

Situasi semakin memanas setelah muncul komentar dari akun yang diduga milik resmi NDX AKA di media sosial.

“Yang semakin membuat kami kecewa, tanggal 26 April 2026, NDX AKA melalui akun yang diduga resmi dari Official NDX AKA memberikan komentar di akun resmi Gelombang Cinta #4 Pekalongan berbunyi : ‘teman-teman semuanya NDX gak jadi ikut di acara GC, bagi yang mau refund silakan hubungi panitia’,” pungkas Handy.

Pernyataan tersebut dinilai merugikan dan berpotensi memicu persepsi negatif di kalangan calon penonton. AL Organizer pun memberikan batas waktu hingga Sabtu, 25 April 2026 pukul 15.00 WIB agar somasi direspons.

Jika tidak ada itikad baik dari pihak manajemen NDX AKA, AL Organizer menyatakan siap melanjutkan perkara ini ke Ditreskrimsus Polda Jawa Tengah.

Sementara itu, hingga berita ini diturunkan, pihak manajemen NDX AKA yang diwakili Gunawan belum memberikan tanggapan atas upaya konfirmasi yang dilakukan wartawan. (jj02/e02)

Berita Terkait Lainnya

  • All Posts
  • Berita Daerah
  • Gaya Hidup
  • Gubernuran
  • Headline
  • Info Grafis
  • Kriminal
  • Kuliner
  • Liputan Khusus
  • Olahraga
  • Opini
  • Pendidikan
  • Politik
  • Tokoh