REMBANG, jatengjuara.com – Pemerintah Kabupaten Rembang melalui Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Dindikpora) mencatat sedikitnya 300 ruang kelas di berbagai sekolah mengalami kerusakan dan diusulkan untuk diperbaiki secara bertahap.
Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas sarana dan prasarana pendidikan agar kegiatan belajar mengajar dapat berlangsung aman dan nyaman.
Kepala Bidang Sekolah Dasar Dindikpora Rembang, Kapti Prastiyo, menyampaikan bahwa pihaknya telah mengajukan nota dinas kepada Bupati Rembang pada Desember 2025 terkait sejumlah ruang sekolah yang membutuhkan penanganan segera, khususnya pada musim hujan.
Menurut Kapti, terdapat 11 ruang yang masuk dalam daftar prioritas awal. Ruang-ruang tersebut berada di beberapa sekolah dasar, di antaranya perpustakaan SDN Jambangan Kecamatan Sarang, ruang kelas SDN Leran dan SDN Jurangjero Kecamatan Sluke, serta dua ruang kelas dan fasilitas kamar mandi di SDN Sencangcoyo Kecamatan Lasem.
Selain itu, perbaikan juga diusulkan untuk empat ruang kelas SDN Jeruk Kecamatan Pancur dan satu ruang kelas SDN Sendangmulyo Kecamatan Gunem.
Kapti menambahkan, selain ruang prioritas tersebut, ratusan ruang kelas lain tercatat mengalami kerusakan ringan hingga sedang. Seluruhnya telah dimasukkan dalam daftar pengusulan perbaikan yang akan dilaksanakan secara bertahap sesuai dengan perencanaan dan kemampuan anggaran daerah.
Pemkab Rembang, lanjut Kapti, sebelumnya juga telah melaksanakan program revitalisasi sarana pendidikan. Sepanjang 2025, perbaikan dilakukan pada 60 sekolah mulai jenjang PAUD hingga SMP dengan total sasaran sekitar 300 ruang.
Ia mencontohkan, salah satu sekolah yang menerima perbaikan lebih dari satu ruang adalah SDN Tireman, yang mendapatkan revitalisasi pada sembilan ruang sekaligus.
Pemerintah Kabupaten Rembang menegaskan akan terus melanjutkan perbaikan sarana pendidikan secara berkelanjutan guna menciptakan lingkungan belajar yang layak bagi peserta didik dan tenaga pendidik.(jj02/e02)









