SEMARANG, jatengjuara.com — Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah, Heri Pudyatmoko, menekankan perlunya perubahan pendekatan dalam sistem pendidikan agar lebih memberi ruang bagi perkembangan potensi siswa. Ia menilai, sekolah seharusnya tidak menjadi tempat yang membatasi, melainkan wadah untuk membentuk karakter sekaligus mengasah kreativitas.
Menurutnya, setiap peserta didik memiliki keunikan yang tidak bisa diperlakukan dengan metode seragam. Karena itu, pendekatan pendidikan perlu disesuaikan agar mampu mengakomodasi minat dan bakat yang berbeda-beda.
Heri mengingatkan, fokus berlebihan pada standar nilai dan keseragaman justru berpotensi menghambat perkembangan siswa. Dampaknya, lulusan sekolah kerap tidak memiliki keahlian khusus yang dapat menjadi nilai tambah saat memasuki dunia kerja.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik, tingkat pengangguran terbuka pada 2025 masih berada di atas lima persen, dengan lulusan pendidikan menengah dan tinggi menjadi salah satu kontributor utama. Hal ini dinilai sebagai indikasi bahwa dunia pendidikan belum sepenuhnya selaras dengan kebutuhan industri.
Ia juga menyoroti kecenderungan sistem pendidikan yang mendorong siswa memilih jalur yang sama, sehingga persaingan terpusat pada sektor tertentu. Kondisi tersebut dinilai mempersempit peluang kerja dan meningkatkan kesulitan bagi lulusan baru.
Lebih jauh, Heri mendorong transformasi pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada capaian akademik, tetapi juga pada pembentukan karakter, kreativitas, dan kemampuan berpikir kritis. Ia menilai, proses belajar harus memberi ruang bagi siswa untuk bereksperimen, termasuk menghadapi kegagalan sebagai bagian dari pembelajaran.
Selain itu, ia menekankan pentingnya peran guru dalam menciptakan suasana belajar yang adaptif. Menurutnya, tenaga pendidik tidak hanya berfungsi sebagai pengajar, tetapi juga sebagai pembimbing yang membantu siswa mengenali dan mengembangkan potensi terbaik mereka. (jj02/e02)









