DPRD Kota Semarang Desak Perbaikan JPO Rusak Masuk APBD Perubahan Demi Keselamatan Warga

SEMARANG, jatengjuara.com – DPRD Kota Semarang meminta Pemerintah Kota Semarang segera memperbaiki sejumlah Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) yang kondisinya rusak dan kurang terawat. Perbaikan tersebut diharapkan dapat dianggarkan melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Perubahan (APBD-P) sehingga bisa direalisasikan pada tahun ini.

Anggota Komisi C DPRD Kota Semarang dari Fraksi PKS, Agus Riyanto Slamet, mengatakan banyak JPO di berbagai titik mengalami kerusakan pada bagian lantai, atap, hingga struktur besi. Kondisi tersebut dinilai berpotensi membahayakan masyarakat yang memanfaatkan fasilitas penyeberangan.

Menurutnya, keluhan warga mengenai kondisi JPO yang memprihatinkan sudah sering disampaikan. Beberapa JPO, seperti di kawasan Srondol dan Pasar Bulu, bahkan sempat menjadi sorotan publik karena kerusakannya.

“Kita sangat prihatin dengan kondisi yang ada. Di satu sisi giat membangun taman yang belum terlalu dibutuhkan, tetapi di sisi lain banyak JPO dibiarkan rusak,” ujar Agus.

Keselamatan Pengguna Jalan Jadi Prioritas

Agus menegaskan, JPO merupakan infrastruktur yang memiliki peran penting dalam menjamin keselamatan pejalan kaki, terutama di ruas jalan dengan lalu lintas yang padat. Karena itu, kondisinya harus selalu dipastikan aman untuk digunakan.

Ia menilai kerusakan seperti lantai yang lapuk, atap berlubang, hingga rangka besi yang mulai berkarat dapat meningkatkan risiko kecelakaan apabila tidak segera diperbaiki.

“Pemkot harus segera mendata dan memperbaiki JPO yang rusak agar aman dilalui. Jangan menunggu ada korban jiwa baru bertindak,” tegasnya.

Usulkan Anggaran Perbaikan Lewat APBD Perubahan

Agus mendorong agar kebutuhan anggaran untuk rehabilitasi JPO dimasukkan dalam pembahasan APBD Perubahan. Dengan langkah tersebut, proses perbaikan dapat segera dilaksanakan tanpa harus menunggu penganggaran pada tahun berikutnya.

Ia berharap pemerintah memprioritaskan JPO yang mengalami kerusakan paling parah agar dapat segera diperbaiki demi mengurangi risiko bagi pengguna.

“Mumpung saat ini masuk pembahasan anggaran perubahan, kegiatan perbaikan JPO harus segera dimasukkan agar terealisasi di akhir tahun,” katanya.

Minta Pendataan dan Pemeliharaan Berkala

Selain perbaikan, Agus juga meminta Dinas Perhubungan bersama organisasi perangkat daerah (OPD) terkait segera melakukan pendataan terhadap seluruh JPO di Kota Semarang. Pemetaan kondisi setiap fasilitas dinilai penting untuk menentukan prioritas penanganan.

Ia menambahkan, pemeliharaan rutin harus dilakukan setelah proses perbaikan agar kerusakan dapat dideteksi lebih dini dan tidak membahayakan masyarakat.

“Dinas Perhubungan dan OPD terkait harus bergerak cepat memprioritaskan pemeliharaan infrastruktur penyeberangan yang ada,” ujarnya.

Agus menilai perhatian pemerintah tidak hanya perlu difokuskan pada pembangunan fasilitas baru, tetapi juga pada pemeliharaan infrastruktur yang sudah dimanfaatkan masyarakat. Menurutnya, JPO yang aman dan berfungsi dengan baik merupakan bagian penting dari upaya meningkatkan keselamatan pengguna jalan di Kota Semarang. (jj02/e02)

Berita Terkait Lainnya

  • All Posts
  • Berita Daerah
  • Gaya Hidup
  • Gubernuran
  • Headline
  • Info Grafis
  • Kriminal
  • Kuliner
  • Liputan Khusus
  • Olahraga
  • Opini
  • Pendidikan
  • Politik
  • Tokoh