Gejolak Internal PSI Semarang, 13 DPC Ancam Mundur Jika Sekretaris DPD Tak Diganti

Foto : Rapat pengurus DPC PSI Kota Semarang

SEMARANG, jatengjuara.com – Gejolak internal melanda Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kota Semarang. Sebanyak 13 Dewan Pimpinan Cabang (DPC) menyatakan sikap tegas menolak Surat Keputusan (SK) kepengurusan DPD PSI Semarang dan mengancam mundur massal apabila tuntutan mereka diabaikan.

Penolakan tersebut mencuat dalam Rapat Kerja Daerah (Rakerda) PSI Kota Semarang, 11 Januari 2026. Dalam forum itu, Ketua DPW PSI Jawa Tengah Antonius Yoga menyerahkan SK kepengurusan yang menetapkan Bangkit Mahanantyo sebagai Ketua DPD dan Melly Pangestu sebagai Sekretaris DPD.

Keputusan itu langsung memicu resistensi dari mayoritas DPC. Mereka mempersoalkan masuknya nama Melly Pangestu serta Aisyah Firdausa dalam struktur kepengurusan baru, yang dinilai tidak sesuai dengan kesepakatan dan komunikasi sebelumnya antara DPC dan jajaran DPD.

Ketua DPC PSI Semarang Utara, Hanif Nafila, menyebut penolakan tersebut dilandasi evaluasi kinerja dan rekam jejak kepemimpinan.

“Melly Pangestu dinilai memiliki gaya kepemimpinan otoriter saat memimpin DPD periode 2019–2024. Transparansi keuangan lemah dan komunikasi dengan struktur bawah buruk,” ujar Hanif kepada RMOL Jateng.

Ia mengungkapkan, pada periode tersebut bahkan sempat muncul mosi tidak percaya dari sejumlah DPC. Karena itu, kembalinya Melly ke struktur DPD dinilai sebagai langkah mundur bagi konsolidasi partai.

“Masuknya kembali yang bersangkutan kami anggap sebagai kemunduran organisasi,” tegasnya.

Penolakan juga diarahkan kepada Aisyah Firdausa. Menurut Hanif, selama menjabat sebagai anggota legislatif, Aisyah dinilai minim keterlibatan dalam kegiatan kepartaian dan tidak pernah membangun koordinasi dengan DPC di daerah pemilihannya.

Situasi diperparah dengan perubahan komposisi kepengurusan yang disebut dilakukan tanpa penjelasan terbuka. Para pengurus DPC mengaku telah meminta klarifikasi kepada DPD dan DPW PSI Jawa Tengah, namun keduanya menyatakan tidak mengetahui detail perubahan dan mengarahkan persoalan tersebut ke DPP PSI.

“Hingga sekarang belum ada jawaban resmi dari DPP. Kami masih menunggu kejelasan,” kata Hanif.

Sambil menanti keputusan DPP, DPC diminta tetap menjaga situasi kondusif dan menjalankan agenda partai yang telah direncanakan. Namun, sikap penolakan tetap dipertahankan oleh 13 DPC PSI Kota Semarang. Hanif juga menyebut adanya satu DPC yang mengalami tekanan dan intervensi saat pertemuan dengan DPW pada 16 Januari malam.

Jika DPP PSI tetap mempertahankan Melly Pangestu dan Aisyah Firdausa dalam struktur kepengurusan, ancaman mundur pun ditegaskan kembali.

“Jika tidak ada perubahan, kami siap mundur,” tandas Hanif. (jj02/e02)

Berita Terkait Lainnya

  • All Posts
  • Berita Daerah
  • Gaya Hidup
  • Gubernuran
  • Headline
  • Info Grafis
  • Kriminal
  • Kuliner
  • Liputan Khusus
  • Olahraga
  • Opini
  • Pendidikan
  • Politik
  • Tokoh