SEMARANG, jatengjuara.com — Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, memilih cara berbeda dalam merayakan Lebaran 2026. Alih-alih menggelar open house mewah, ia mengadakan halalbihalal sederhana bersama penyandang disabilitas dan anak-anak panti asuhan di Wisma Perdamaian, Sabtu (21/3/2026).
Menurutnya, esensi halalbihalal bukan terletak pada kemewahan acara, melainkan pada makna silaturahmi, saling memaafkan, serta berbagi kebahagiaan dengan sesama, khususnya mereka yang membutuhkan.
“Tidak ada open house. Kami memilih penyantunan bersama agar semua bisa merasakan kebahagiaan yang sama, terutama saudara-saudara difabel, dhuafa, dan anak yatim,” ujar Ahmad dalam keterangannya.
Dalam kegiatan tersebut, ia didampingi Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah, Sumarno, serta jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Anak-anak panti asuhan dan komunitas difabel diundang secara langsung untuk merayakan Idulfitri bersama di lingkungan rumah dinas gubernur.
Ahmad menegaskan, kegiatan ini juga menjadi bentuk komitmennya untuk merangkul seluruh lapisan masyarakat tanpa terkecuali. Ia bahkan dikenal dekat dengan komunitas difabel di Jawa Tengah.
“Semua manusia sama di hadapan Allah SWT. Karena itu, kami ingin mereka ikut merasakan kebahagiaan Lebaran bersama,” katanya.
Kehadiran gubernur disambut antusias oleh para peserta. Kepala Panti Pelayanan Sosial Anak Woro Wiloso Salatiga, Heksasari Ratna Dewi, mengungkapkan rasa terima kasih atas undangan tersebut. Ia menyebut momen ini menjadi pengalaman berharga bagi anak-anak panti.
“Anak-anak sangat senang. Mereka dijemput sejak pagi dan begitu antusias mengikuti kegiatan ini,” ujarnya.
Hal senada disampaikan Ketua Yayasan Komunitas Sahabat Difabel, Hidayah. Ia menilai perayaan Lebaran kali ini terasa istimewa karena komunitas difabel mendapat perhatian langsung dari gubernur.
“Kami merasa sangat dihargai dan dekat. Ini pengalaman yang berbeda dan membanggakan bagi kami,” katanya.
Melalui kegiatan ini, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah ingin menegaskan bahwa perayaan Lebaran dapat dilakukan secara sederhana namun tetap bermakna, dengan menempatkan nilai kebersamaan dan kepedulian sosial sebagai prioritas utama. (jj02/e02)









