Imbas Betonisasi Jalan Majapahit, Sejumlah Halte BRT Trans Semarang Jadi Lebih Rendah

Semarang, jatengjuara.com – Proyek betonisasi dan peninggian jalan di Jalan Brigjen Sudiarto atau Jalan Majapahit, Kota Semarang, berdampak pada sejumlah halte BRT Trans Semarang. Ketinggian beberapa halte kini tidak lagi sejajar dengan pintu bus, sehingga menyulitkan penumpang saat naik dan turun.

Perubahan elevasi tersebut terjadi karena permukaan jalan yang meningkat, sementara posisi halte tetap. Akibatnya, penumpang harus melangkah lebih tinggi untuk masuk ke dalam bus, kondisi yang dinilai membahayakan keselamatan.

Anggota Komisi A DPRD Kota Semarang, Ali Umar Dhani, mengatakan pihaknya telah melakukan pengecekan langsung di beberapa titik halte. Lokasi yang disurvei antara lain halte di depan SPBU Penggaron, kawasan gang dekat MAN 1 Semarang, Manunggal Jati, serta Jalan Zebra baik sisi utara maupun selatan.

“Hasil pantauan kami, ada sejumlah halte yang posisinya menjadi lebih rendah karena proyek pengecoran jalan. Ini sudah kami terima juga dari laporan masyarakat,” ujar Ali, Senin (12/1/2026).

Ia mencontohkan adanya rekaman video warga yang menunjukkan penumpang, khususnya perempuan, harus melangkah cukup tinggi saat naik BRT. Kondisi tersebut, menurutnya, berpotensi membahayakan, terutama bagi lansia, ibu-ibu, dan penyandang disabilitas.

“Situasi ini jelas perlu dievaluasi dan segera diperbaiki demi keselamatan dan kenyamanan pengguna BRT,” tegasnya.

Perlu Koordinasi Pemprov dan Pemkot

Ali menjelaskan, proyek peninggian jalan merupakan kewenangan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, sementara pengelolaan halte dan layanan BRT berada di bawah Pemerintah Kota Semarang. Karena itu, ia menilai koordinasi antarinstansi menjadi kunci penyelesaian persoalan tersebut.

“Peningkatan kualitas jalan jangan sampai mengorbankan fungsi pelayanan transportasi publik. BRT adalah layanan utama warga Kota Semarang dan harus tetap diperhatikan,” ujarnya.

Selain persoalan ketinggian halte, Ali juga menyoroti adanya laporan halte yang hilang pasca-betonisasi jalan. Temuan tersebut berada di kawasan Jalan Zebra sisi utara dan Manunggal Jati bagian utara.

“Informasi yang kami terima, sebelumnya ada halte di lokasi itu, tetapi sekarang tidak terlihat lagi setelah jalan dicor,” katanya.

Diminta Kembali ke Standar Awal

Terkait solusi, Ali menegaskan bahwa halte BRT memiliki standar teknis tertentu yang harus dipenuhi, terutama karena armada BRT rute Penggaron–Mangkang menggunakan bus berukuran besar dan tidak memungkinkan menaikkan penumpang di luar halte resmi.

“Secara aturan, baik di peraturan wali kota maupun regulasi transportasi lainnya, standar halte itu sudah ada. Harapannya, kondisi halte bisa dikembalikan minimal seperti semula agar tetap aman dan layak digunakan,” pungkasnya. (jj02/e02)

Berita Terkait Lainnya

  • All Posts
  • Berita Daerah
  • Gaya Hidup
  • Gubernuran
  • Headline
  • Info Grafis
  • Kriminal
  • Kuliner
  • Liputan Khusus
  • Olahraga
  • Opini
  • Pendidikan
  • Politik
  • Tokoh