WONOGIRI, jatengjuara.com – Menyongsong arus mudik Lebaran 2026, Pemerintah Kabupaten Wonogiri mempercepat pekerjaan pemeliharaan infrastruktur jalan di sejumlah titik strategis. Langkah ini dilakukan untuk memastikan kelancaran dan keselamatan pengguna jalan selama periode mudik dan balik Idulfitri 1447 H.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPU dan Taru) Kabupaten Wonogiri, Prihadi Ariyanto, menyampaikan bahwa kegiatan pemeliharaan jalan merupakan agenda rutin tahunan yang kini diprioritaskan menjelang Lebaran.
“Tentunya untuk menjaga infrastruktur tetap optimal, terutama menjelang mudik lebaran seperti di Wonogiri saat ini,” ujar Prihadi, Rabu (25/2/2026).
Ia menjelaskan, sejak pertengahan Februari, tim DPU dan Taru mulai mengintensifkan perbaikan rutin sekaligus penanganan dampak bencana longsor. Upaya tersebut dilakukan sebagai antisipasi meningkatnya volume kendaraan saat musim mudik.
Sejumlah ruas jalan yang menjadi perhatian antara lain jalur dalam Kota Wonogiri yang masuk prioritas mudik. Salah satu titik yang telah diperbaiki adalah Jalan Kepodang, Kelurahan Giritirto, tepatnya di depan SMPN 1 Wonogiri. Sebelumnya, kondisi jalan di lokasi tersebut bergelombang dan dinilai membahayakan pengendara.
Selain itu, perbaikan talud juga dilaksanakan di ruas Slogohimo–Bulukerto guna menjaga kestabilan lereng dan mencegah potensi kerusakan lanjutan. Penanganan tanah longsor yang sempat menutup badan jalan di Desa Purwoharjo, Kecamatan Karangtengah, kini memasuki tahap perbaikan untuk memulihkan akses masyarakat.
Prihadi menegaskan, meskipun pemerintah daerah menghadapi tantangan refocusing dan efisiensi anggaran, pemeliharaan jalan tetap menjadi prioritas utama. Penentuan lokasi perbaikan didasarkan pada tingkat kerusakan, akses wilayah perbatasan, serta potensi penggerak ekonomi.
“Semua merasakan dampak refocusing dan efisiensi. Tetapi kami tetap melakukan pemeliharaan, sesuai dengan prioritas yang sudah ditetapkan sebelumnya. Harapannya, semoga arus mudik dan balik selama moment lebaran ini lancar dan tidak ada kendala berarti,” pungkasnya. (jj02/e02)









