SEMARANG, jatengjuara.com – Pemerintah Kota Semarang menyiapkan langkah pengendalian harga bahan pokok menjelang Ramadan dengan menggelar operasi pasar skala kecil di sejumlah titik perdagangan.
Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti, mengatakan pengawasan harga terus dilakukan untuk mencegah lonjakan yang dapat memicu inflasi. Operasi pasar akan dilaksanakan oleh Dinas Ketahanan Pangan dan Dinas Perdagangan dengan menyasar pasar-pasar tradisional serta lokasi distribusi tertentu.
Menurutnya, intervensi dilakukan secara terbatas dan terfokus, bukan dalam bentuk operasi besar-besaran.
Agustina juga mengingatkan pedagang agar tidak menaikkan harga secara berlebihan. “Kenaikan harga yang tidak terkendali akan menekan daya beli masyarakat dan berdampak pada perlambatan ekonomi,” ujar Agustina
Terkait usulan Badan Pusat Statistik (BPS) mengenai pembebasan tarif BRT dan layanan air bersih Perumda Air Minum (PDAM) untuk menekan inflasi, ia menyebut kebijakan tersebut baru akan diterapkan jika angka inflasi mencapai batas tertentu. Saat ini, kondisi inflasi masih dalam tahap pemantauan.
Selain pengendalian harga, Pemkot Semarang juga mengalokasikan anggaran Rp500 miliar untuk penanganan banjir dan sektor lingkungan. Sementara itu, total belanja infrastruktur tahun ini mencapai Rp1,6 triliun.
Pemkot berharap berbagai langkah tersebut mampu menjaga stabilitas harga selama Ramadan sekaligus memastikan program pembangunan tetap berjalan sesuai rencana. (jj02/e02)









