TEMANGGUNG, jatengjuara.com — Kawasan Kampung Ramadan Ngadirejo di Jalan Raya Jumprit, Kecamatan Ngadirejo, resmi beroperasi sebagai wadah pengembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Kehadirannya dirancang bukan hanya sebagai sentra kuliner selama Ramadan, tetapi juga sebagai upaya memperluas pasar dan meningkatkan daya saing produk lokal.
Bupati Temanggung, Agus Setyawan, menegaskan bahwa inisiatif ini membawa misi sosial dan ekonomi sekaligus.
“Kampung Ramadan Ngadirejo ini menjadi penanda hadirnya ruang kebersamaan yang menguatkan nilai ibadah, silaturahmi, sekaligus pemberdayaan ekonomi masyarakat,” ujarnya usai peresmian, Kamis (19/2/2026).
Ia menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam perwujudan program tersebut. Menurutnya, kolaborasi berbagai elemen masyarakat menjadi kunci dalam menjaga perputaran ekonomi warga selama bulan suci.
“Dengan semangat gotong royong, Kampung Ramadan Ngadirejo diharapkan menjadi pusat kegiatan yang membawa keberkahan, menggerakkan UMKM lokal, serta mempererat ukhuwah di tengah masyarakat Temanggung,” lanjutnya.
Koordinator Lapangan Kampung Ramadan Ngadirejo, Seto Purwoko, menerangkan bahwa kegiatan ini juga bertujuan menata para pedagang agar lebih tertib dan tidak mengganggu arus lalu lintas seperti sebelumnya.
“Di Kampung Ramadan ini, ada 82 UMKM yang menjual berbagai macam makanan takjil, maupun minuman. Para pedagang ini adalah mereka yang biasa berjualan di pinggir-pinggir jalan raya, maupun car free day. Agar tidak menimbulkan kemacetan, maka kita akomodir untuk berjualan di Kampung Ramadan ini,” jelasnya.
Selain aspek ekonomi, pengelola turut menekankan pentingnya menjaga mutu produk dan pelayanan kepada konsumen. Seto mengingatkan agar seluruh pedagang dan pengunjung ikut menjaga kebersihan serta ketertiban area.
“Yang terpenting itu pedagang, maupun pengunjung agar tetap menjaga kebersihan, ketertiban dan kenyamanan. Serta kagiatan tersebut dapat terus berlanjut dan berkembang menjadi agenda tahunan dengan keterlibatan UMKM lokal yang semakin luas,” ujarnya.
Kampung Ramadan Ngadirejo beroperasi setiap hari sepanjang Ramadan, mulai pukul 16.00 WIB hingga 19.00 WIB. Antusiasme masyarakat terlihat sejak hari pertama pembukaan.
“Kampung Ramadan Ngadirejo ini terbukti menjadi penggerak ekonomi UMKM yang signifikan dengan omzet mencapai ratusan juta di hari pertama buka, dengan jumlah pengunjung hingga seribu orang lebih,” pungkasnya. (jj02/e02)









