BANYUMAS, jatengjuara.com — Aktivitas pendakian di Gunung Slamet resmi dihentikan sementara menyusul peningkatan signifikan suhu kawah dalam beberapa hari terakhir. Kebijakan ini diambil sebagai langkah antisipasi terhadap potensi aktivitas vulkanik yang lebih berbahaya.
Pengelola kawasan melalui Perhutani Alam Wisata Wilayah Barat memastikan seluruh jalur pendakian tanpa terkecuali kini ditutup. Jalur via Kaliwadas yang sebelumnya masih beroperasi pun akhirnya ikut dihentikan.
Supervisor Site Gunung Slamet, Sugeng Utomo, menjelaskan bahwa keputusan tersebut didasarkan pada kondisi kawah yang menunjukkan anomali suhu cukup ekstrem.
“Peningkatan suhu kawah ini berpotensi memicu erupsi, sehingga demi keselamatan, semua aktivitas pendakian kami hentikan sementara,” ujarnya.
Penutupan ini berlaku di seluruh jalur yang mengelilingi gunung tertinggi di Jawa Tengah tersebut. Bahkan, pendaki yang sempat mencapai Pos 5 diminta untuk tidak melanjutkan perjalanan setelah radius aman diperluas hingga 3 kilometer dari kawah.
Meski demikian, status aktivitas vulkanik Gunung Slamet masih berada pada Level II (Waspada). Namun, lonjakan suhu menjadi perhatian utama karena berada jauh di atas kondisi normal.
Data pemantauan menunjukkan kenaikan suhu yang tajam dalam dua hari terakhir. Pada 3 April 2026, suhu kawah tercatat mencapai 411,2 derajat Celsius, kemudian meningkat lagi menjadi 464 derajat Celsius pada 4 April 2026. Angka ini jauh melampaui suhu normal yang biasanya berada di bawah 200 derajat Celsius.
Selain itu, kepulan asap putih masih terpantau keluar dari kawah hingga Minggu pagi, menandakan aktivitas di dalam gunung masih berlangsung.
Pihak pengelola menyatakan pembukaan kembali jalur pendakian akan menunggu kondisi suhu kembali stabil di bawah ambang normal serta rekomendasi resmi dari otoritas terkait.
Calon pendaki pun diminta untuk menunda rencana perjalanan dan tidak mencoba memasuki kawasan melalui jalur tidak resmi demi menghindari risiko yang tidak diinginkan. (jj02/e02)









