SEMARANG, jatengjuara.com — Upaya mempercepat transformasi digital di lingkungan pendidikan terus digencarkan. LP Ma’arif NU Jawa Tengah bekerja sama dengan Balai Diklat Keagamaan Semarang menggelar pelatihan bagi kepala madrasah, kepala perpustakaan, dan kepala laboratorium madrasah Ma’arif se-Jawa Tengah, Senin (23/2/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Kota Semarang itu diikuti 140 peserta dari berbagai kabupaten/kota. Program diklat dibagi ke dalam empat kelas, terdiri atas dua kelas kepala madrasah serta masing-masing satu kelas untuk kepala perpustakaan dan kepala laboratorium.
Materi pelatihan difokuskan pada penguatan kepemimpinan, peningkatan budaya literasi, serta optimalisasi teknologi digital dalam tata kelola dan proses pembelajaran.
Ketua LP Ma’arif Jawa Tengah, Fakhruddin Karmani, menilai pelatihan ini menjadi langkah penting menghadapi perubahan cepat di sektor pendidikan.
“Penguatan literasi, peningkatan minat baca, serta adaptasi terhadap transformasi digital merupakan kunci agar madrasah Ma’arif terus berkembang dan mampu menjawab tantangan zaman,” ujarnya.
Ia menekankan, sinergi berkelanjutan dengan Balai Diklat Keagamaan menjadi strategi untuk memperkuat kualitas sumber daya manusia (SDM) di lingkungan Ma’arif.
“Melalui kegiatan ini, kami berharap lahir pemimpin pendidikan yang profesional, adaptif terhadap teknologi, serta mampu memperkuat budaya literasi dan inovasi pembelajaran di lingkungan madrasah Ma’arif,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Pendidikan Madrasah Kanwil Kementerian Agama Jawa Tengah, Amin Handoyo, memberikan apresiasi terhadap antusiasme peserta yang didominasi generasi muda.
“Kepala madrasah di lingkungan Ma’arif banyak diisi generasi muda yang energik dan kreatif. Ini menjadi modal besar untuk kemajuan pendidikan. Kami berharap peserta meningkatkan disiplin, profesionalitas, dan kompetensi agar mampu bersaing secara nasional maupun global,” tuturnya.
Selain pembekalan teknis, peserta juga didorong untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang magister (S2) sebagai bagian dari penguatan kapasitas kepemimpinan dan peningkatan mutu lembaga pendidikan. (jj02/e02)









