Pemkab Sragen Gandeng Muhammadiyah Perkuat Program Makan Bergizi Gratis

Foto : Launching SPPG Gesi Perserikatan Muhammadiyah

SRAGEN, jatengjuara.com – Pemerintah Kabupaten Sragen terus memperkuat pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan menggandeng organisasi kemasyarakatan. Salah satu bentuk kolaborasi tersebut diwujudkan melalui pengoperasian Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Pilangsari, Kecamatan Gesi, yang dikelola oleh Persyarikatan Muhammadiyah.

Wakil Bupati Sragen Suroto, yang juga menjabat sebagai Ketua Satuan Tugas MBG Kabupaten Sragen, menyatakan dukungan penuh pemerintah daerah terhadap keberadaan SPPG tersebut. Dukungan itu disampaikannya pada Senin (19/1/2026), sebagai bagian dari komitmen memastikan program MBG berjalan berkelanjutan.

SPPG Pilangsari diketahui telah mulai beroperasi sejak Desember 2025 dan kini melayani sebanyak 1.851 penerima manfaat dari berbagai kelompok sasaran.

Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Sragen, Ali Rosyidi, menyebut peresmian SPPG Pilangsari menjadi bagian penting dari kontribusi Muhammadiyah dalam menyukseskan program strategis nasional. Ia menjelaskan, Pilangsari merupakan salah satu dari delapan SPPG yang dikelola Muhammadiyah di Kabupaten Sragen, yang tersebar di sejumlah kecamatan seperti Gesi, Tangen, Sukodono, Tangkil, dan wilayah Sragen Tengah.

Ali Rosyidi menuturkan, keterlibatan Muhammadiyah tidak hanya berorientasi pada pemenuhan gizi masyarakat, tetapi juga mendorong terbentuknya ekosistem ekonomi lokal. Kehadiran SPPG membuka ruang partisipasi relawan serta menggerakkan potensi petani dan pelaku usaha lokal, mulai dari pemasok pisang, buah-buahan, hingga sayuran.

“Jika dikelola dengan baik, program ini akan menjadi kekuatan besar. Tidak hanya meningkatkan kualitas gizi, tetapi juga menggerakkan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat Sragen,” ujarnya.

Ia menambahkan, model pengelolaan SPPG mencerminkan semangat gotong royong, di mana masyarakat menjadi subjek sekaligus penerima manfaat. Pola ini, menurutnya, sejalan dengan upaya pemerintah dalam menekan angka kemiskinan.

Dari sudut pandang Muhammadiyah, lanjut Ali Rosyidi, pelaksanaan MBG juga dilandasi nilai-nilai fikih Al-Ma’un, yang menekankan kepedulian sosial dan keberpihakan kepada kelompok rentan. Seluruh potensi organisasi dikerahkan demi kemaslahatan umat.

“Program ini bukan hanya membuat anak-anak lebih sehat, tetapi juga memperkuat ekosistem sosial dan ekonomi. Muhammadiyah siap berada di garda depan untuk menyukseskannya,” tegasnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Sragen Suroto mengapresiasi peran aktif Muhammadiyah dalam mendukung program MBG. Ia menyebut kolaborasi tersebut sejalan dengan Peraturan Presiden Nomor 83 Tahun 2024 yang menempatkan pemenuhan gizi sebagai fondasi pembangunan sumber daya manusia.

Menurut Suroto, MBG memiliki peran strategis dalam menyongsong visi Indonesia Emas, dengan menyiapkan generasi yang sehat, kuat, dan berkualitas. Program ini menyasar ibu hamil, ibu menyusui, bayi dan balita, serta peserta didik dari tingkat pendidikan dasar hingga menengah.

“Dengan sinergi yang kuat antara pemerintah daerah dan elemen masyarakat seperti Muhammadiyah, kami optimistis Program Makan Bergizi Gratis di Sragen akan berjalan optimal dan memberikan dampak nyata bagi peningkatan kualitas hidup masyarakat,” pungkasnya. (jj02/e02)

Berita Terkait Lainnya

  • All Posts
  • Berita Daerah
  • Gaya Hidup
  • Gubernuran
  • Headline
  • Info Grafis
  • Kriminal
  • Kuliner
  • Liputan Khusus
  • Olahraga
  • Opini
  • Pendidikan
  • Politik
  • Tokoh