PEKALONGAN, jatengjuara.com — Pemerintah Kota Pekalongan resmi memperpanjang status siaga sekaligus tanggap darurat banjir hingga 13 Februari 2026. Kebijakan ini diambil untuk memastikan pemenuhan kebutuhan dasar warga terdampak dapat terus berjalan secara optimal serta membuka ruang dukungan bantuan dari berbagai pihak.
Keputusan tersebut disampaikan Wali Kota Pekalongan Achmad Afzan Arslan saat meninjau lokasi pengungsian di Kelurahan Pasir Kraton Kramat dan gedung eks Kelurahan Kraton, Jumat (30/1/2026).
Wali Kota yang akrab disapa Aaf menjelaskan, perpanjangan status darurat memperkuat koordinasi lintas sektor sekaligus memudahkan akses bantuan logistik tambahan, termasuk dukungan dari Bulog.
“Dengan status ini diperpanjang, bantuan seperti beras dan minyak goreng dari Bulog bisa dimaksimalkan untuk memenuhi kebutuhan dapur umum,” ujarnya.
Ia menambahkan, selain dapur umum yang difasilitasi pemerintah, sejumlah dapur swadaya juga tumbuh di lingkungan terdampak. Dapur tersebut melayani warga yang memilih tetap bertahan di rumah masing-masing meski wilayahnya masih tergenang.
Sementara itu, dapur umum yang sebelumnya dikelola Dinas Sosial dan P2KB Kota Pekalongan telah menyelesaikan operasional secara bertahap. Meski demikian, pemerintah kota memastikan distribusi makanan bagi pengungsi tetap berjalan tanpa hambatan.
Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial Dinsos-P2KB Kota Pekalongan, Wildan Zuhad, mengatakan pola pemenuhan konsumsi bagi pengungsi kini mengalami penyesuaian. Sejak 29 Januari 2026, pihaknya mengganti operasional dapur umum dengan pembelian makanan dari warung-warung sekitar lokasi pengungsian.
“Setelah dapur umum kami tutup pada 28 Januari, konsumsi pengungsi dipenuhi dengan membeli nasi bungkus dari usaha lokal tiga kali sehari,” kata Wildan saat ditemui di Kantor Dinsos-P2KB, Senin (2/2/2026).
Menurutnya, skema tersebut lebih efektif seiring menurunnya jumlah pengungsi, sekaligus memberikan dampak ekonomi bagi pelaku usaha kecil di sekitar wilayah terdampak.
Berdasarkan data terakhir per Minggu sore (1/2/2026), jumlah warga yang masih berada di pengungsian tercatat sebanyak 219 orang. Penurunan jumlah pengungsi dipengaruhi kondisi cuaca yang mulai membaik sehingga warga berangsur kembali ke rumah.
Saat ini, pemantauan dan distribusi bantuan difokuskan pada tiga titik pengungsian utama, yakni Aula Kelurahan Pasir Kraton Kramat, eks Kantor Kelurahan Kraton Kidul, serta satu lokasi TPQ.
“Beberapa titik lain seperti Aula Kelurahan Tirto dan Aula Kecamatan Pekalongan Barat sudah kosong sejak Jumat siang karena warga telah kembali ke rumah,” jelas Wildan.
Meski Dinsos-P2KB saat ini memusatkan perhatian pada pemenuhan kebutuhan pangan, koordinasi pemenuhan kebutuhan dasar lainnya terus dilakukan bersama OPD terkait guna memastikan seluruh warga terdampak tetap mendapatkan layanan yang dibutuhkan. (jj02/e02)









