SEMARANG, jatengjuara.com – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah terus memperkuat konektivitas jalur alternatif di kawasan Pantura melalui peningkatan ruas Jalan Demak-Godong dan Jepara-Keling. Kedua ruas tersebut diprioritaskan karena berfungsi sebagai jalur penghubung antarwilayah sekaligus menjadi lintasan alternatif saat terjadi kepadatan lalu lintas di Jalur Pantura.
Upaya tersebut mendapat perhatian dari Komisi D DPRD Jawa Tengah yang melakukan peninjauan lapangan bersama Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Cipta Karya (PU BMCK) Provinsi Jawa Tengah untuk memastikan kesiapan pelaksanaan proyek peningkatan jalan.
Ketua Komisi D DPRD Jawa Tengah, Nur Saadah, mengatakan kondisi kedua ruas jalan tersebut perlu ditingkatkan agar mampu mendukung mobilitas masyarakat maupun distribusi barang, terutama ketika arus kendaraan dialihkan dari Jalur Pantura.
“Kami melihat penanganan pada dua ruas jalan ini sangat penting. Selain sebagai penghubung antardaerah, jalan ini juga menjadi jalur alternatif saat terjadi pengalihan arus di Pantura sehingga kondisinya harus benar-benar baik,” ujar Nur Saadah.
Pada ruas Jalan Demak-Godong, Dinas PU BMCK Provinsi Jawa Tengah akan melakukan penanganan sepanjang sekitar 700 meter. Pekerjaan tersebut merupakan bagian dari program rehabilitasi jalan provinsi yang meliputi pemeliharaan rutin, pemeliharaan berkala, hingga peningkatan dan rekonstruksi struktur jalan.
Sementara itu, peningkatan ruas Jepara-Keling difokuskan pada dua titik. Di wilayah Desa Kelet, pemerintah mengalokasikan anggaran sebesar Rp29,227 miliar untuk pembangunan jalan beton sepanjang sekitar dua kilometer. Pekerjaan tersebut dijadwalkan dimulai pada akhir Juli 2026.
Selain itu, perbaikan juga akan dilakukan di Desa Sekuro dengan anggaran Rp7,9 miliar untuk penanganan sekitar 750 meter jalan. Saat ini proyek tersebut masih memasuki tahap tender.
Kepala Bidang Bina Marga Dinas PU BMCK Provinsi Jawa Tengah, Temmy Purboyono, mengatakan proses pelaksanaan di kedua lokasi berjalan sesuai tahapan yang telah direncanakan.
“Kalau yang di Kelet target kita mulai akhir Juli. Yang di Sekuro sudah proses tender. Mudah-mudahan segera dapat terselesaikan lebih dulu,” kata Temmy.
Menurutnya, seluruh pekerjaan pada ruas Jepara-Keling menggunakan konstruksi beton agar memiliki daya tahan lebih baik terhadap beban kendaraan dan usia layanan yang lebih panjang.
Selain proyek yang saat ini berjalan, Dinas PU BMCK Provinsi Jawa Tengah juga mengusulkan penanganan lanjutan ruas Jepara-Keling melalui program Instruksi Presiden Jalan Daerah (IJD). Program tersebut diharapkan dapat mendukung perbaikan jalan secara menyeluruh sehingga konektivitas antarwilayah dan kelancaran lalu lintas di koridor Pantura semakin optimal.
Jika diinginkan, berita ini juga bisa diubah lagi dengan sudut pandang yang lebih menonjolkan aspek anggaran, dampak ekonomi, atau persiapan menghadapi lonjakan arus kendaraan tanpa mengubah kutipan langsung. (jj02/e02)









