YOGYAKARTA, jatengjuara.com – Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Almuzammil Yusuf menegaskan pentingnya menjaga sikap kritis meski partai berada dalam barisan koalisi pemerintahan. Menurutnya, kemitraan politik tidak boleh menghilangkan keberanian partai dalam menyuarakan aspirasi rakyat.
Pesan tersebut disampaikan Almuzammil saat bertemu dengan jajaran pimpinan dan kader PKS se-Daerah Istimewa Yogyakarta dalam agenda Temu Kader dan Pengurus di Kantor DPTW PKS DIY, Ahad (25/1/2026).
Kegiatan konsolidasi ini dihadiri pimpinan PKS dari tingkat wilayah, kabupaten/kota, hingga kecamatan. Pertemuan tersebut menjadi ruang penyelarasan arah perjuangan partai antara kepengurusan pusat dan struktur di daerah.
Ketua DPW PKS DIY Budi Wiyarno dalam kesempatan itu memaparkan langkah strategis PKS DIY dalam menyongsong periode 2025–2030. Ia menjelaskan bahwa penguatan kader dan pelayanan publik menjadi fokus utama gerak partai di Yogyakarta melalui program K2P2.
“Program ini menitikberatkan pada penguatan kader, sistem kaderisasi, dan pelayanan publik. Kami mendorong kader agar kuat secara nilai, mandiri secara ekonomi, serta mampu menghadirkan pelayanan dan advokasi kebijakan yang dirasakan langsung oleh masyarakat,” kata Budi.
Sementara itu, Almuzammil memberikan apresiasi terhadap kiprah kader PKS di berbagai daerah, khususnya dalam kegiatan kemanusiaan dan penanganan bencana. Ia menilai dedikasi kader di lapangan mencerminkan nilai pengabdian yang menjadi karakter partai.
“Banyak kader yang tetap membantu warga meskipun mereka sendiri terdampak bencana. Itu menunjukkan semangat melayani yang luar biasa,” ujarnya.
Dalam arahannya, Almuzammil juga menegaskan sikap politik PKS di tingkat nasional. Ia menyebut PKS memilih jalur politik yang santun, beretika, dan berorientasi pada kepentingan rakyat.
“Kita berada dalam koalisi pemerintahan untuk kebaikan bangsa. Namun posisi itu tidak boleh membuat kita kehilangan kepekaan. PKS harus tetap menjadi mitra yang kritis, memberikan masukan secara jujur dan konstruktif. Itulah makna politik yang elegan,” tegasnya.
Pertemuan tersebut menegaskan komitmen PKS untuk terus berkolaborasi dalam pemerintahan tanpa meninggalkan peran pengawasan dan penyampaian aspirasi publik. Sikap itu disambut positif oleh kader dan pengurus PKS di Daerah Istimewa Yogyakarta. (jj02/e02)









