Puluhan Siswa SD di Kragan Diduga Keracunan MBG, Operasional SPPG Dihentikan Sementara

Para siswa yang diduga keracunan menu MBG, dirawat di Puskesmas

REMBANG, jatengjuara.com — Puluhan siswa sekolah dasar (SD) di Kecamatan Kragan, Kabupaten Rembang, diduga mengalami keracunan makanan usai mengikuti rangkaian kegiatan Hari Kartini, Selasa (21/4/2026). Para siswa sempat mendapatkan penanganan medis di Puskesmas setempat.

Salah satu siswa, Chilyatus Zakiya (11), mengaku mulai merasakan gejala setelah mengonsumsi makanan dan minuman yang dibagikan usai kegiatan di pantai.

“Tadi acara Kartinian jalan-jalan ke pantai, terus dikasih makan MBG, saya minum susu. Tapi rasanya nggak enak, lama-lama kecut. Terus sakit perut sama pusing,” ujarnya.

Keluhan juga disampaikan siswa lain, Ajeng Syifana Alza Fira (10). Ia mengatakan rangkaian acara yang semula diisi berbagai lomba terpaksa dihentikan karena banyak peserta mengalami gangguan kesehatan.

Ajeng mengaku hanya mengonsumsi susu dan buah kelengkeng, namun mencurigai kondisi keduanya.

Kepala Puskesmas Kragan II, dr. Arif Rahman Hakim, menyampaikan sebanyak 22 siswa sempat mendapatkan perawatan medis.

“Total ada 22 yang kami tangani, 5 sudah dipulangkan, dan 17 masih menjalani perawatan lanjutan,” jelasnya.

Operasional SPPG Dihentikan

Menyusul kejadian tersebut, operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Karangharjo di Kecamatan Kragan dihentikan sementara. Keputusan itu tertuang dalam surat Badan Gizi Nasional (BGN) bernomor 1845/D.TWS/04/2026 tertanggal 22 April 2026.

Penghentian dilakukan setelah muncul laporan gangguan pencernaan pada penerima manfaat program MBG di wilayah tersebut. Berdasarkan hasil tinjauan lapangan, SPPG Karangharjo diduga belum memenuhi standar kelayakan, baik dari sisi infrastruktur, sarana prasarana, maupun tata letak.

Sementara itu, kondisi para siswa yang sebelumnya dirawat dilaporkan mulai membaik. Saat ini hanya tersisa satu pasien yang masih menjalani perawatan.

“Masih ada satu pasien yang dirawat karena demam, namanya Adhifa. Kondisinya sudah stabil, tanda-tanda vitalnya baik, hanya suhu tubuh yang masih kami pantau,” ujar dr. Arif. (jj02/e02)

Berita Terkait Lainnya

  • All Posts
  • Berita Daerah
  • Gaya Hidup
  • Gubernuran
  • Headline
  • Info Grafis
  • Kriminal
  • Kuliner
  • Liputan Khusus
  • Olahraga
  • Opini
  • Pendidikan
  • Politik
  • Tokoh