Setahun Kepemimpinan Luthfi–Yasin, Aspirasi Warga Menguat

SEMARANG, jatengjuara.com – Tepat satu tahun duet Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi dan Wakil Gubernur Taj Yasin Maimoen memimpin provinsi ini, berbagai suara dari masyarakat mulai mencuat. Sejumlah warga menyampaikan harapan sekaligus mengingatkan komitmen kampanye pasangan dengan visi “Ngopeni dan Nglakoni”.

Sejak awal menjabat, pemerintahan Luthfi–Yasin menitikberatkan kerja sama lintas sektor, semangat gotong royong, serta pendekatan pelayanan langsung ke masyarakat. Fokus program diarahkan pada sektor pendidikan, pembangunan infrastruktur, layanan kesehatan, penguatan ketahanan pangan, hingga sinergi dengan kebijakan pemerintah pusat.

Beberapa waktu lalu, Gubernur Ahmad Luthfi juga turun langsung meninjau tanggul jebol di Desa Kebonagung, Kecamatan Kebonagung, Kabupaten Demak, pada Selasa (17/2/2026). Dalam kesempatan tersebut, ia meminta langkah tanggap darurat dipercepat, termasuk pemasangan jembatan Armco agar mobilitas warga kembali normal.

Di sisi lain, warga menyampaikan sejumlah catatan. Fahruddin, warga Rembang, menyoroti kondisi jalan pantai utara yang dinilai perlu segera dibenahi, terutama menjelang arus mudik Lebaran.

“Mohon perbaikan jalan di pantura persiapan Lebaran karena banyak berlubang dan rawan kecelakaan. Biar nanti kalau mudik aman dan nyaman,” ujarnya, Jumat (20/2/2026).

Ia menilai jalur pantura merupakan akses vital bagi aktivitas ekonomi dan perjalanan pemudik, sehingga perbaikannya mendesak untuk keselamatan bersama.

Masukan juga datang dari Endang, warga Kabupaten Demak, yang menyinggung persoalan banjir yang kerap terjadi di daerahnya. Ia berharap penanganan tak hanya bersifat sementara, tetapi juga mencakup langkah pencegahan jangka panjang.

Sebagai kader Posyandu di Kelurahan Kebonbatur, Kecamatan Mranggen, Endang turut menekankan pentingnya dukungan anggaran untuk pemenuhan gizi balita guna menekan stunting.

“Mohon peningkatan infrastruktur, penanganan banjir, dan perhatian untuk pemberian makanan tambahan (PMT) di Posyandu. Selain program makan bergizi gratis, anggaran PMT juga perlu ditambah,” katanya.

Selain persoalan infrastruktur dan banjir, kebijakan kenaikan pajak kendaraan bermotor di Jawa Tengah pada 2026 turut menjadi sorotan. Suyamto, warga Demak, mengaku keberatan dengan penyesuaian tarif tersebut di tengah kondisi ekonomi yang belum sepenuhnya stabil.

“Masyarakat saat ini sudah merasa kesulitan, ditambah adanya kenaikan. Harusnya masyarakat dibantu, bukan malah terbebani,” ujarnya.

Memasuki tahun kedua pemerintahan, publik berharap kepemimpinan Ahmad Luthfi dan Taj Yasin mampu menjawab berbagai tantangan tersebut. Perbaikan infrastruktur, penanganan banjir yang komprehensif, penguatan gizi anak, hingga kebijakan pajak yang berpihak pada masyarakat menjadi pekerjaan rumah yang dinantikan realisasinya demi kesejahteraan warga Jawa Tengah. (jj02/e02)

Berita Terkait Lainnya

  • All Posts
  • Berita Daerah
  • Gaya Hidup
  • Gubernuran
  • Headline
  • Info Grafis
  • Kriminal
  • Kuliner
  • Liputan Khusus
  • Olahraga
  • Opini
  • Pendidikan
  • Politik
  • Tokoh