Speling Dongkrak Capaian CKG, Jateng Jadi Acuan Nasional Layanan Kesehatan Gratis

SEMARANG, jatengjuara.com — Keberhasilan Jawa Tengah dalam menjalankan program Cek Kesehatan Gratis (CKG) kembali mendapat pengakuan dari pemerintah pusat. Dengan jumlah peserta tertinggi di Indonesia, provinsi ini dinilai berhasil membangun kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pemeriksaan kesehatan sejak dini.

Penghargaan tersebut disampaikan Wakil Menteri Kesehatan Benjamin Paulus Octavianus dalam rapat kerja bersama Komisi IX DPR RI yang disiarkan melalui kanal YouTube TVR Parlemen, Selasa (9/6/2026).

Dalam pemaparannya, Benjamin menyebut program CKG secara nasional telah menjangkau puluhan juta warga di seluruh Indonesia. Dari lebih dari 43,6 juta masyarakat yang terdaftar, sebanyak 42,2 juta di antaranya telah mengikuti layanan pemeriksaan kesehatan yang disediakan pemerintah.

Di antara seluruh provinsi, Jawa Tengah mencatatkan angka partisipasi paling tinggi dengan jumlah penerima layanan menembus 10 juta orang. Capaian tersebut jauh melampaui sejumlah provinsi besar lainnya di Pulau Jawa.

“Saya perhatikan jumlah tertinggi tetap di Jawa Tengah. Artinya edukasi ke masyarakat di Jawa Tengah sudah cukup baik karena sudah 10 juta orang lebih terlayani,” ujar Benjamin.

Menurutnya, selisih capaian Jawa Tengah cukup signifikan dibanding Jawa Timur maupun Jawa Barat. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa implementasi program CKG di wilayah ini berjalan efektif dan mendapat respons positif dari masyarakat.

“Artinya CKG ini di Jawa Tengah berjalan dengan baik,” katanya.

Keberhasilan tersebut tidak lepas dari dukungan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah yang mengintegrasikan program CKG dengan layanan Dokter Spesialis Keliling atau Speling. Program unggulan yang digagas Gubernur Ahmad Luthfi dan Wakil Gubernur Taj Yasin Maimoen itu menjadi salah satu strategi untuk memperluas akses layanan kesehatan hingga ke wilayah pedesaan.

Melalui Speling, dokter spesialis diterjunkan langsung ke desa-desa untuk memberikan pemeriksaan dan konsultasi kesehatan secara gratis kepada masyarakat. Program ini melibatkan rumah sakit milik pemerintah maupun swasta yang tersebar di berbagai daerah di Jawa Tengah.

Layanan yang diberikan mencakup pemeriksaan kesehatan umum hingga deteksi dini berbagai penyakit spesifik. Mulai dari skrining tuberkulosis (TBC), pemeriksaan kanker serviks, layanan antenatal care (ANC) bagi ibu hamil, pemeriksaan kesehatan bagi penyandang disabilitas, hingga konsultasi kesehatan jiwa oleh dokter spesialis.

Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menegaskan, keberadaan Speling menjadi instrumen penting dalam memperkuat layanan kesehatan berbasis masyarakat sekaligus mendukung keberhasilan program CKG.

“Secara tidak langsung, dokter spesialis bisa mendeteksi dan mengantisipasi sejak dini. Layanan itu tidak dipungut biaya alias gratis. Ini akan terus kita lakukan dan jadikan role model pelayanan kesehatan berbasis desa,” kata Ahmad Luthfi di Semarang, Rabu (10/6/2026).

Data Dinas Kesehatan Jawa Tengah per 10 Juni 2026 menunjukkan, program Speling terus mengalami perluasan jangkauan. Hingga saat ini, layanan tersebut telah digelar sebanyak 1.249 kali di 1.138 desa yang berada di 454 kecamatan.

Dari pelaksanaan tersebut, sebanyak 107.674 warga telah memperoleh layanan pemeriksaan kesehatan langsung dari tenaga medis spesialis. Angka itu menunjukkan semakin luasnya akses masyarakat desa terhadap layanan kesehatan berkualitas tanpa harus mendatangi fasilitas kesehatan rujukan di perkotaan. (jj02/e02)

Berita Terkait Lainnya

  • All Posts
  • Berita Daerah
  • Gaya Hidup
  • Gubernuran
  • Headline
  • Info Grafis
  • Kriminal
  • Kuliner
  • Liputan Khusus
  • Olahraga
  • Opini
  • Pendidikan
  • Politik
  • Tokoh