SEMARANG, jatengjuara.com – Persediaan darah di Palang Merah Indonesia Kota Semarang mengalami penurunan tajam sepanjang Ramadan 2026. Unit Donor Darah (UDD) mencatat jumlah pendonor merosot hingga 60–70 persen dibandingkan hari normal.
Kepala Bagian Pelayanan Donor UDD PMI Kota Semarang, dr. Reztry Maulida, mengungkapkan tren ini hampir selalu terjadi setiap bulan puasa. Banyak warga memilih menunda donor karena khawatir ibadahnya terganggu.
“Mungkin selama di bulan Ramadan ini ada yang menunda. Jadi mempengaruhi perolehan donasi kami juga. Tapi sebenarnya tidak seperti itu. Puasa tidak membuat orang tidak bisa donor,” ujar Reztry kepada Disway Jateng, Sabtu 28 Februari 2026.
Menurutnya, kekhawatiran donor darah membatalkan puasa masih menjadi alasan utama masyarakat enggan datang ke lokasi donor. Padahal, informasi bahwa donor darah tidak membatalkan puasa sudah berulang kali disosialisasikan.
“Kami sudah menginfokan melalui media sosial bahwa donor selama bulan Ramadan tidak membatalkan puasa. Banyak yang takut karena mengeluarkan darah bisa membatalkan puasa,” katanya.
Reztry menegaskan, Majelis Ulama Indonesia (MUI) telah mengeluarkan fatwa bahwa donor darah tidak membatalkan puasa, dengan catatan pendonor dalam kondisi sehat dan telah mempersiapkan diri dengan baik.
“MUI pun sudah mengeluarkan fatwa bahwa tidak membatalkan puasa berdonor darah saat bulan Ramadan, asalkan pendonornya sudah melakukan persiapan terlebih dahulu. Sahurnya cukup, istirahat malamnya juga cukup, kondisi badannya fit,” jelasnya.
Ia menambahkan, selama kondisi tubuh prima, tidak ada larangan mendonorkan darah di siang hari saat berpuasa.
Penurunan 60–70 persen ini berdampak langsung pada ketersediaan stok darah, sementara kebutuhan rumah sakit tidak berkurang. Untuk menutup kekurangan tersebut, PMI Kota Semarang mengintensifkan strategi jemput bola, termasuk menggelar kegiatan donor rutin di sejumlah pusat perbelanjaan guna menjaring lebih banyak partisipasi masyarakat.
PMI berharap masyarakat tidak lagi ragu untuk berdonor selama Ramadan, demi menjaga ketersediaan darah bagi pasien yang membutuhkan.(jj02/e02)









